VIVAnews - Indonesia Eximbank siap memberikan kucuran dana Rp 18 triliun untuk berbagai jenis usaha pada 2010. Jumlah pembiayaan itu meningkat hampir 60 persen dibanding total pembiayaan di 2009 yang diperkirakan mencapai Rp 11 triliun.
Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Mahenra Siregar menuturkan, pembiayaan meningkat seiring perkiraan kegiatan ekonomi yang semakin pulih. Eximbank memperkirakan pertumbuhan kredit bisa tumbuh antara 17-20 persen.
"Modalnya cukup, karena selain dari pemerintah, sumber dana juga diperoleh dari pinjaman. Baik itu bank komersial, maupun dengan menjual obligasi ke pasar," kata Mahendra di Departemen Keuangan, Jumat, 23 Oktober 2009.
Sektor yang akan menjadi prioritas pembiayaan antara lain kegiatan ekspor komoditi dan unit usaha yang terdaftar di Departemen Perindustrian. "Kami juga menggarap pasar baru yang belum masuk di daftar Eximbank, misal dalam diversifikasi produk dan pembiayaan pada UKM," katanya.
Mahendra mengakui, seperti hari ini, Indonesia Eximbank menandatangani perjanjian senilai US$100 juta dengan Japan Bank for Internasional Cooperation (JBIC). Pinjaman itu menjadi tonggak penting untuk menjadi solusi atas menurunnya intensitas perdagangan internasional, khususnya Asia Tenggara.
Pinjaman tersebut menandai tingkat kepercayaan yang tinggi dari lembaga keuangan internasional terhadap Indonesia Eximbank dan khususnya Indonesia.
"Ke depan, kami juga akan semakin mendukung UKM yang ingin menjadi sebagai mitra dan suplier besar. Kami pun akan mendukung perusahaan dalam bidang konstruksi dan perusahaan migas yang ingin eksploitasi di luar negeri," katanya.
antique.putra@vivanews.com