Bisnis

JBIC Kucuri US$100 Juta ke Indonesia Eximbank

Pinjaman tersebut penting dalam rangka membangun perekonomian Indonesia, khususnya ekspor.

Jum'at, 23 Oktober 2009, 15:21 WIB
Antique, Agus Dwi Darmawan
ilustrasi investasi (Adri Prastowo)

VIVAnews - Indonesia Eximbank (IEB) mendapat gelontoran dana sebesar US$100 juta dari Japan Bank For Internasional Cooperation (JBIC).

Jumlah kesepakatan pinjaman ini telah ditandatangani Ketua Dewan Direktur dan Direktur Ekskutif Indonesia EximBank Mahendra Siregar dengan Head Asia and Oceania Finance Departement JBIC Nobuyuki Higashi di Departemen Keuangan, Jumat, 23 Oktober 2009.
 
Mahendra menuturkan, pinjaman tersebut penting dalam rangka membangun perekonomian Indonesia, khususnya dibidang ekspor. Dengan adanya pinjaman, solusi atas penurunan intensitas perdagangan internasional di kawasan regional Asia Tenggara bisa muncul.
 
Pinjaman itu merupakan bagian kesepakatan pemerintah Indonesia dan Jepang, terkait usaha kedua negara yang disepakati di forum G20.
 
"Nilai US$100 juta merupakan bagian dari komitmen US$500 juta yang Indonesia sepakati di forum G20," katanya usai menandatangani perjanjian, Jumat, 23 Oktober 2009.

Total US$500 juta tersebut merupakan kesepakatan dari nilai total kesepakatan trade financing di forum G20 yang mencapai US$250 miliar.

Sehingga dengan kesepakatan US$100 juta, Indonesia masih memiliki sisa US$400 juta. Sisanya pinjaman akan ditandatangani kemudian hari, setelah pencairan pinjaman US$100 juta terlaksana.
 
Pencairan pinjaman dapat dilakukan dengan format yang terkait proses produksi untuk ekspor, seperti perdagangan ekspor, buyer kredit atau format lain. Dananya bisa diberikan ke perusahaan Indonesia, Jepang, atau calon pembeli barang-barang ekspor Indonesia keluar negeri.
 
"Jadi nanti bisa kesemua, bisa diberikan dalam bentuk trade finance biasa, kredit atau format lain seperti working capital dan investment yang terkait proses produksi untuk ekspor," katanya.
 
Menurut Mahendra, pinjaman dari JBIC tergolong murah dibanding suku bunga rata-rata pinjaman di pasar. "Atas pinjaman ini suku bunga yang dikenakan adalah 230 bps di atas LIBOR, sedang tenornya mencapai lima tahun dengan dua tahun grace period," katanya.
 
antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial