NPL Danamon Meningkat Hampir 2 Kali Lipat

Peningkatan ini karena ada pemburukan kualitas aktiva produktif Bank Danamon.

Rabu, 21 Oktober 2009, 01:54 WIB
Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan
Presiden Direktur Bank Danamon, Sebastian Paredes (asco.co.id)

VIVAnews - Rasio kredit bermasalah (NPL) PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada akhir kuartal ketiga 2009 tercatat 4 persen. Angka ini dua kali lipat lebih tinggi dibanding NPL per September 2008 yang hanya sebesar 2,1 persen.

Direktur Utama Bank Danamon Sebastian Paredes mengatakan, peningkatan ini karena ada pemburukan kualitas aktiva produktif ditambah kredit Bank Danamon yang tidak tumbuh. "Secara kesluruhan kredit Bank Danamon turun 7 persen dibanding tahun lalu," ujar dia dalam paparan kuartal III 2009, di Jakarta, Selasa 20 Oktober 2009.

Tapi, dengan rasio penyisihan terhadap NPL yang mendekati 100 persen, dia mengatakan, Net NPL Danamon tetap berada pada angka nol setelah memperhitungkan nilai agunan, khususnya untuk kredit korporasi, komersial, usaha kecil menengah, dan kredit kepemilikan rumah.

Secara kuartalan pendapatan bunga bersih Danamon tumbuh 6 persen dari Rp 2,35 triliun menjadi Rp 2,48 triliun pada akhir September 2009. Net Interest Income Danamon tumbuh 11 persen mencapai Rp 6,89 triliun dari Rp 6,23 triliun pada akhir September 2008.

Basic Earning per SHare (EPS) Danamon tercatat sebesar Rp 166,97, sementara ROAA dan ROAE pada kuartal ketiga 2009, masing-masing tercatat sebesar 1,8 persen dan 13,7 persen walaupun dengan tingkat permodalan yang tinggi yaitu 20,9 persen.

Total pendanaan Danamon mencapai Rp 77,96 triliun naik dari 76,83 triliun pada akhir kuartal kedua 2009. "Kami mencatat pertumbuhan sebesar 11 persen secara tahunan untuk giro yang mencapai Rp 7,08 triliun pada akhir September 2009," kata Vera.

"Jika digabungkan, giro dan tabungan nasabah membentuk 26 persen dari total pendanaan."

Rasio penyaluran kredit terhadap simpanan (LDR) tercatat 86,1 persen dari 90,7 persen setahun yang lalu. Rasio kredit terhadap pendanaan Danamon dilaporkan sebesar 76,3 persen pada akhir kuartal ketiga 2009, menunjukkan posisi lokuiditas yang sehat.

"Kami sampaikan bahwa pada awal Oktober 2009, peringkat jangka panjang nasional Danamon naik menjadi AA+(idn) dari AA(idn) oleh Fitch Rating," katanya.

Peringkat tersebut menun jukkan parfil keuangan Danamon yang sehat, didukung oleh underlying profitability yang kuat, terlepas dari kondisi perekonomian yang menantang.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ