Merger Bentoel dan BAT Indonesia

Analis: Merger Ciptakan Kekuatan Pasar Rokok

Merger dua perusahaan diharapkan tuntas pada awal 2010.

Selasa, 20 Oktober 2009, 17:38 WIB
Arinto Tri Wibowo, Anda Nurlaila
British American Tobacco (www.dailynk.com)

VIVAnews - Merger antara PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) dan PT BAT Indonesia Tbk (BATI) yang ditargetkan awal Januari 2010 akan membentuk kekuatan pasar rokok baru di Indonesia. Namun, kendala pajak produk rokok berpengaruh pada penjualan produk perusahaan.

"Meski penggabungan dua perusahaan akan menciptakan kekuatan baru, pajak yang dipungut dari produk rokok bisa menurunkan penjualan," kata analis Eko Kapital Cece Ridwanduloh di Jakarta, Selasa 20 Oktober 2009.

Menurut Cece, proses merger BAT Indonesia dengan Bentoel merupakan hal biasa. Harga tender offer saham Bentoel di level Rp 729 per saham juga merupakan harga yang pas.

Pada akhir perdagangan hari ini, saham berkode RMBA itu naik Rp 50 menjadi Rp 700. "Merger mempengaruhi harga saham RMBA, tetapi tidak mempengaruhi saham BAT Indonesia," ujarnya.

Dalam siaran pers Bentoel yang diterima VIVAnews disebutkan, merger dua perusahaan akan tuntas pada awal 2010.

"Penggabungan tersebut akan bergantung kepada persetujuan dari pemegang saham dan pembuat undang-undang di Indonesia," tulis siaran pers itu.

Seluruh saham BAT Indonesia akan ditukar dengan saham Bentoel dengan perbandingan satu saham BAT Indonesia akan ditukar dengan 7,68 saham Bentoel.

Pada tanggal efektif penggabungan, semua aset dan kewajiban BAT Indonesia akan beralih atas dasar hukum kepada Bentoel.

Bentoel Internasional Investama dan BAT Indonesia telah menandatangani rencana penggabungan yang mengatur syarat-syarat mengenai penggabungan usaha yang telah diajukan kedua pihak.

Pada Juni 2009, British American Tobacco Group (British American Tobacco) mengakuisisi 85,13 persen saham dari Bentoel dan kemudian melakukan penawaran tender untuk sisa saham publik Bentoel.

Penawaran tender oleh British American Tobacco berhasil diselesaikan pada Agustus 2009 dengan meningkatkan kepemilikan sahamnya di Bentoel hingga menjadi 99,74 persen. Sementara itu, British American Tobacco juga mempunyai saham di BAT Indonesia sekitar 79 persen.

arinto.wibowo@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
boss
07/11/2009
KACAU X BAT NI....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ