92% Bawang Diimpor

Asosiasi Importir Umbi Lapis Terbentuk

Senin, 19 Oktober 2009, 14:12 WIB
Antique, Elly Setyo Rini

VIVAnews - Para importir umbi lapis membentuk Asosiasi Importir Umbi Lapis Indonesia (ASIULI) untuk mengakomodir melonjaknya permintaan bawang impor. Umbi lapis mencakup, bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay.

"Itu karena impor kita masih mendominasi dibandingkan produksi dalam negeri," kata Ketua ASIULI David Hutapea saat peresmian asosiasi tersebut di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2009.

Impor umbi lapis mencapai 92 persen, sementara produksi dalam negeri hanya mencukupi untuk 8 persen kebutuhan dalam negeri.

Indonesia disebutnya belum bisa memproduksi lebih banyak dari itu karena kondisi tanah dan cuaca tidak mendukung.

"Tapi permintaan cukup besar sehingga butuh didirikan asosiasi agar harga tidak dimainkan dan untuk menstabilkan harga di pasar," ujarnya.

Kebutuhan dalam negeri diperkirakan tumbuh 10 persen setiap tahun. Pada  2006, data Departemen Pertanian menyebutkan kebutuhan akan umbi lapis mencapai 250 ribu metrik ton.

Harga bawang putih impor mencapai Rp 12 hingga 14 ribu per kilogram, bahkan saat menjelang Lebaran sempat naik Rp 16 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang putih lokal hanya Rp 6 hingga 7 ribu per kilogram.

Perbedaan harga tersebut disumbang dari berbagai pajak yang harus dibayarkan. Bea masuk bawang putih dan bawang bombay saat ini mencapai lima persen, plus PPN 10 persen dan PPh 2,5 persen. Sementara itu, untuk bawang merah, bea masuk 25 persen, PPN 10 persen, dan PPh 2,5 persen.

Pembentukan asosiasi yang beranggotakan 20 perusahaan itu, menurut David, untuk menghindari dari minat importir nakal yang memasukkan produk impor secara ilegal. Modus yang terjadi, pemain asing menggandeng importir lokal untuk melakukan monopoli.

"Oleh karena itu diharapkan dengan asosiasi ini dapat mengurangi peluang terjadinya intrusi produk ilegal bawang ke dalam negeri, terutama bawang putih," kata dia.

Impor bawang putih tercatat hampir 80 persen berasal dari China dan sisanya dari negara lain. Sementara itu, untuk bawang merah sebagian besar diimpor dari Belanda dan Selandia Baru. Sedangkan bawang bombay sebanyak 40 persen diimpor dari Thailand, sisanya dari Vietnam dan Filipina.


antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ