Bisnis
Kabinet Baru 2009-2014

Sejumlah Calon Menteri Mafia Berkeley Rontok

Sebelumnya sejumlah nama santer disebut sebagai calon kuat kandidat menteri bidang ekonomi

Senin, 19 Oktober 2009, 10:21 WIB
Heri Susanto
Presiden SBY dan 8 menteri (Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Sejumlah nama yang sebelumnya disebut-sebut sebagai kelanjutan dari "Mafia Berkeley" rontok dari daftar kandidat tim ekonomi kabinet Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono.

Padahal, sebelumnya sejumlah nama itu santer disebut sebagai calon kuat kandidat menteri bidang ekonomi. Nama-nama tersebut adalah Sri Mulyani, Mari Pangestu, Chatib Basri, Raden Pardede, dan Anggito Abimanyu.

Namun, hingga detik-detik terakhir, dari nama-nama tersebut yang sudah pasti bakal terpilih adalah Sri Mulyani dan Mari Pangestu. Keduanya malah telah mengikuti wawancara dan pemeriksaan kesehatan.

Sedangkan, sejumlah nama lain gugur jadi menteri, seperti Chatib Basri, Raden Pardede dan Anggito Abimanyu. Namun, kabar yang beredar menyebutkan Chatib akan mendampingi Mari Pangestu sebagai Wakil Menteri Perdagangan, sedangkan Anggito akan menjadi wakil Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Padahal, Chatib Basri semula disebut bakal mengisi pos Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, sedangkan Raden Pardede akan mengisi pos Menteri Negara BUMN.

Namun, kabar terakhir menyebutkan posisi Kepala Bappenas akan diisi oleh Prof Armida Alisjahbana, ekonom Universitas Padjajaran. Sedangkan, Menteri BUMN akan diisi oleh Kepala Bulog Mustafa Abubakar.

Menurut ekonom senior Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, sejumlah nama tersebut masih merupakan bagian dari mafia Berkeley. Nama-nama seperti Sri Mulyani Indrawati, Mari Pangestu, Anggito Abimanyu, Chatib Basri dan Raden Pardede masih merupakan satu kubu di bawah payung Boediono.

Mereka adalah reinkarnasi Mafia Berkeley dengan sang Godfather Boediono, Doktor Ekonomi Bisnis jebolan Wharton School, University of Pensylvania, AS.
"Kalau dulu kan Godfather-nya Widjojo Nitisastro, sekarang Boediono," kata dia di Jakarta, 15 Oktober 2009.

Namun, tudingan itu dibantah tim ekonomi SBY. Chatib Basri mengingatkan sebenarnya tidak ada pengaruh Mafia Berkeley dalam kebijakan ekonomi pemerintah SBY. Bahkan, itu terjadi bukan cuma periode mendatang 2009-2014. "Tetapi, sejak Sejak 2004 sekalipun, tidak ada pengaruh Mafia Berkeley di kabinet SBY."

Menurut Chatib, Sri Mulyani, Boediono dan Mari Pangestu bukanlah murid tokoh-tokoh Mafia Berkeley. "Tidak ada satupun yang menjadi murid Widjojo. Widjojo mengajar di UI pada 1960-an," katanya. "Sekarang, Widjojo sudah sepuh sekali,."
 
"Sedangkan, Sri Mulyani baru masuk FEUI pada 1981, Mari Pangestu tidak pernah di FEUI, sedangkan Boediono juga sekolah di UGM," katanya.

Begitupula dari sisi pekerjaan. Saat pemerintahan Gus Dur memang ada Dewan Ekonomi Nasional yang dipimpin oleh Emil Salim dengan anggota Boediono dan Sri Mulyani. "Tapi, saat itu kan ada Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie. Mereka juga bukan mafia Berkeley. Jadi, isu Mafia Berkeley itu tidak pernah ada."

• VIVAnews
Rating
Komentar
ronowidagdo
19/10/2009
Yaaa... mungkin untuk mengurangi citra yang selama ini dituduhkan sebagai Neo-Lib.
Balas   • Laporkan
Abu Sayed
19/10/2009
Coba sdr Kususma yth. sudi apalah kiranya berdiskusi dengan mukmin yg tidak hanya bersyariah / ritual semata, tapi juga berhakikah / substansi. Ingat, ajat2 syariah banyak diturunkan bagi masrakat dijaman jahiliyah; maka sebelum menjustify ayat bacalah as
Balas   • Laporkan
Gigin Praginanto
19/10/2009
Kebencian Standard Chartered Bank kepada Sri Mulyani, Mari Pangestu, Chatib Basri, Raden Pardede, dan Anggito Abimanyu tampaknya sudah demikian dahsyat, sehingga rajin menutip kata Mafia dan Godfather untuk menggambarkan siapa mereka. Saya sungguh ingin t
Balas   • Laporkan
doi
19/10/2009
kali ini mentri yang dipilih lebih mengutamakan mentri "terima kasih" ketimbang pilihan propesional di bidangnya ... kasihan rakyat
Balas   • Laporkan
Gigin Praginanto
19/10/2009
Tampaknya kebencian manajemen Standard Chartered Bank sudah demikian dahsyat, sehingga rajin menggunakan kata Mafia sebelum menyebut nama Sri Mulyani Indrawati, Mari Pangestu, Anggito Abimanyu, Chatib Basri dan Raden Pardede. Saya ingin tahu apa kepenting
Balas   • Laporkan
Kusuma
19/10/2009
Indonesia 80 % lebih mayoritas Muslim sedangkan Alquran menjelaskan jika Syari'at Islam dijalankan maka akan merasakan Balda'tunToyibatun warobun ghofur sebaliknya negera kita kenyataannya.........????? mudah2an dengan KBI Jilid II bisa terwujud, namun ra
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial