Bisnis
Bursa Kabinet SBY

Mari Elka Pangestu: Lanjutkan!

Citra ekonomi Indonesia dan industri kreatif juga menjadi sorotan.

Sabtu, 17 Oktober 2009, 16:10 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Muhammad Hasits, Agus Dwi Darmawan
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Mari Elka Pangestu kemungkinan akan dipercaya lagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melanjutkan program Menteri Perdagangan selama lima tahun ke depan. Mari diminta SBY untuk tingkatkan ekonomi lokal.

"Saya ditugaskan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetap bisa dilanjutkan terutama di bidang perdagangan dalam negeri," kata Mari di kediaman SBY Cikeas Bogor, Sabtu 17 Oktober 2009.

Pasalnya, kata dia, krisis global mengakibatkan perdagangan eksternal berjalan lamban. Sehingga, sambung dia, Indonesia harus mampu mengoptimalkan perdagangan dalam negeri. "Juga tingkatkan investasi dengan mengotimalkan forum internasional," kata dia.

Dalam wawancara, SBY juga meminta agar Mari melanjutkan program yang selama lima tahun terakhir sudah dijalankan. "Yaitu meningkatkan daya saing Indonesia," kata dia. Citra ekonomi Indonesia dan industri kreatif juga menjadi sorotan.

Sumber VIVAnews menyebutkan setidaknya ada empat alasan utama mengapa Mari Pangestu masih diincar SBY. Pertama, soal kapasitas. Kedua, mewakili etnis Tionghoa. Ketiga, mewakili perempuan. Keempat, Mari adalah seorang doktor di bidang perdagangan internasional.

Sebelum menjabat Menteri Perdagangan periode 2005-2009, Mari dikenal sebagai ekonom yang menjabat direktur eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS). Puteri ekonom kondang Panglaykim, ini telah mendunia dan sering dimintai pendapatnya oleh sejumlah lembaga keuangan internasional.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mendapat gelar Master of Arts dalam bidang Microeconomics, Macroeconomics, International Trade, Economic Development & Accounting dari Australian National University, Canberra (1980).  Sedangkan, gelar doktor diperolehnya dalam bidang International Trade, Finance & Monetary Economics dari Universitiy of California, Davis (1986).

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial