VIVAnews - Nama Gita Wirjawan benar-benar merupakan salah satu nama kandidat paling beruntung di kabinet 2009-2014. Bayangkan, namanya paling banyak disebut untuk berbagai posisi di kabinet Indonesia Bersatu II.
Menurut sumber VIVAnews, Gita bukan hanya dijagokan untuk dua posisi Menteri, tetapi juga satu posisi kepala Badan. Untuk posisi Menteri Energi, Gita bertarung dengan mantan Kapolri Sutanto dan Luhut Pandjaitan. Namun, kabar yang beredar menyebutkan posisi ini bakal diperuntukkan bagi mantan Kapolri Jenderal Sutanto.
Untuk posisi Menteri Negara BUMN, Gita bersaing dengan Raden Pardede, anggota tim sukses pasangan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Posisi keduanya disebutkan masih fifty-fifty untuk menggantikan jabatan yang kini masih diemban oleh Sofyan Djalil.
Bukan hanya untuk posisi menteri, nama Gita juga santer disebut untuk jabatan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang sekarang dijabat M Lutfie. Di posisi ini, Gita ditimbang-timbang bersama pesaingnya, Sandiaga Salahuddin Uno.
Sebelum menjabat sebagai Komisaris Pertamina, Gita dikenal sebagai salah satu bankir investasi Indonesia dengan sepak terjang yang cukup menyita perhatian para pelaku pasar modal di negeri ini. Karenanya, banyak kalangan yang menilai Gita sebagai sosok kontroversial karena dianggap pro pasar.
Gita juga pernah menjabat Presiden Direktur JP Morgan Indonesia, salah satu bank investasi asal Amerika yang remuk dihantam krisis. Namun di tengah jalan, saat krisis finansial merebak, dia memutuskan berhenti dan membangun bisnis baru.
Dia membentuk PT Ancora Capital, untuk menampung aset-aset yang terkena imbas krisis keuangan. Dalam beberapa bulan, Ancora mengambil alih porsi kepemilikan saham yang signifikan di sejumlah perusahaan top.
Misalnya, saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Multi Nitrat Kimia, dan satu perusahaan properti di Jakarta dan Bali.
heri.susanto@vivanews.com
• VIVAnews