Bisnis
Bursa Kabinet SBY

Hatta Juga Berpeluang ke Menko Perekonomian

Menjelang detik-detik pengumuman, peta susunan kabinet berubah.

Kamis, 15 Oktober 2009, 11:19 WIB
Hadi Suprapto
Hatta Rajasa berbicara dengan Boediono (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews - Menjelang pengumuman nama-nama yang bakal menjabat di Kabinet Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono, berbagai spekulasi muncul. Posisi menko perekonomian misalnya, dikabarkan banyak calon-calon yang bakal menggantikan posisi Sri Mulyani itu.

Calon-calon yang santer disebut, seperti Purnomo Yusgiantoro yang kini duduk di menteri energi dan Kuntoro Mangkusubroto yang kini menjadi Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias (BP-BRR Aceh-Nias). 

Namun, menurut sumber VIVanews, menjelang detik-detik pengumuman, peta susunan kabinet berubah. Hatta Rajasa justru menjadi calon kuat di posisi itu. "Hatta menjadi calon kuat di menko perekonomian," kata sumber itu.

Hatta Rajasa merupakan pengusaha sukses yang kini berkonsentrasi jadi politisi. Semua perusahaannya dijual setelah masuk Partai Amanat Nasional.

Karir di pemerintahan diawali dengan penunjukan dia sebagai menteri riset dan teknologi pada Kabinet Gotong-Royong. Awal karirnya sempat diragukan sejumlah pihak. Lulusan perminyakan Institut Teknologi Bandung ini dinilai lebih tepat menjabat menteri energi.

Namun, dengan kemampuan manajerial yang dimilikinya, jabatan itu bisa diemban dengan baik. Terbukti, saat menjabat menristek, ia berhasil mengangkat nama bangsa dengan terpilihnya Hatta menjadi Presiden Ke-46 Konfrensi The International Atomic Energy Agency.

Mantan sekjen PAN ini berhasil menunjukkan integritasnya, sehingga saat Susilo Bambang Yudhoyono terpilih menjadi presiden untuk periode 2004-2009, Hatta diberi pos menteri perhubungan. Ia menjabat posisi ini sejak 21 Oktober 2004.

Pada 7 Mei 2007, pria berambut putih kelahiran Palembang, 18 Desember 1953 ini, menjadi salah satu dari tujuh menteri SBY yang di-reshuffle. Hatta dipindah menjadi menteri sekretaris negara.

Demikian juga saat SBY mencalonkan diri lagi dalam Pemilihan Presiden 2009, Hatta ditunjuk sebagai ketua tim sukses SBY-Boediono. Hasil kerja kerasnya membuat SBY-Boediono meraih suara mayoritas, lebih dari 60 persen.

hadi.suprapto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial