VIVAnews- Meskipun harga minyak dunia saat ini mencapai US$ 75 per barel, namun APBN 2009 tidak akan bermasalah.
Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro kenaikah harga minyak yang menyentuh US$ 75 per barel itu dikarenakan meningkatnya kebutuhan sehingga permintaan ikut mengalami kenaikan.
Sementara berdasarkan pengalaman sebelumnya, APBN masih bisa bertahan pada kisaran US$ 150 per barel. "Pengalaman US$ 150 per barel saja ekonomi bisa bertahan, nanti kita pantau" katanya seusai Rapat Koordinasi Terakhir Menteri Bidang Ekonomi di Menko Perekonomian Jakarta Rabu 14 Oktober 2009.
Kenaikan harga minyak yang bersifat temporer bisa dikaitkan dengan tambahan penerimaan. Sehingga jika ada penambahan penerimaan, subsidi akan bertambah.
Terkait dengan kenaikan harga minyak, pemerintah diberikan keleluasaan atau diskresi untuk menyesuaian harga bahan bakar minyak bersubsidi tahun 2010 jika realisasi harga rata-rata harga minyak meleset 10 persen di atas target APBN 2010.
Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu jika lonjakan harga minyak masih dalam kisaran normal, pemerintah hanya akan melakukan pengendalian biaya, baik alpha maupun konsumsi. Namun jika harganya terlalu tinggi, pemerintah punya ruang untuk menaikkan hargga BBM sebagai opsi terakhir.