VIVAnews - Berakhirnya masa jabatan sebagai Menteri Keuangan sekaligus pelaksana tugas Menteri Perekonomian tidak akan membuat Sri Mulyani Indrawati berhenti melakukan aktivitas. Ia mengaku akan melakukan kegiatan apa saja untuk membuat aktivitas seharu-harinya terisi.
Menurut Sri Mulyani selama menjadi Menteri kesibukan yang ia lalui sehari-hari memang tidak terhingga.
"Kesan satu setengah tahun menjadi Menkeu dan Menko diakui bukan tugas yang ringan dan mudah," ujar dia di Lingkungan Kantor Menko Perekonomian, usai menggelar rapat koordinasi terakhir menteri-menteri bidang perekonomian, Rabu 14 Oktober 2009.
"Untuk tidak sendiri menjabat sebagai ad interim, selain saya ada Pak Nuh (Menkominfo) yang juga sebagai Menteri Pariwisata ad interim, Mari ELka (Mendag) menjabat ad interim UKM, dan Djoko Kirmanto (Menteri PU) menjabat ad interim dengan Menteri IDT. Mereka yang baru beberapa minggu saja sudah bilang berat, tidak mudah, apalagi saya," ujar dia.
Tiga menteri itu, yakni Menteri Pariwisata, Menteri UKM dan Menteri IDT memang mengundurkan diri beberapa pekan lalu.
Namun kesan dia, meski sibuk tetap saja ada hal positif yang ia nikmati. DItengah waktu ia menjadi dua menteri, keberadaanya di DPR, dan saat menjadi salah satu menteri terbantu dengan komunikasi.
"Banyak menteri yang menyambut gembira, karena tidak harus ketemu saya, cukup angkat telepon, didefinisikan, didisposisi melalui anak buah, itu sudah menjadi modus menyelesaikan persoalan dengan efisiesn," ujarnya.
"Kesan saya selama lima tahun dengan berbagai macam tantangan dan tugas berat, tapi kami dengan para menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu, bisa bekerja dengan suasana profesional meski kadang tegang, tapi sisi kekeluargaan masih bisa dirasakan," katanya.
"Kata Pak Nuh (Menkominfo) 'Ada kehangatan yang mencairkan masalah. Kehangatan itu nilainya tidak terhingga', ya memang begitu, menteri-menteri jadi makin puitis," katanya.