Impor Gula Mentah Terancam Batal

Alokasi impor gula mentah 183 ribu ton guna menambah kapasitas siaga PTPN dan RNI.

Rabu, 14 Oktober 2009, 07:39 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Pabrik gula di Kediri (Arief Priyono)

VIVAnews - Impor gula mentah (raw sugar) sebanyak 183 ribu ton yang dialokasikan untuk pabrik gula Badan Usaha Milik Negara diperkirakan tidak akan terealisasi. 

Alokasi tersebut guna menambah kapasitas siaga PT Perkebunan Nusantara dan PT Rajawali Nusantara Indonesia yang sudah mulai habis karena berakhirnya musim giling.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengaku hingga saat ini belum ada pabrik gula BUMN yang sudah mengantongi izin impor gula. Apalagi merealisasikan impor.

"Itu karena musim giling akan berakhir dan impor terakhir bulan ini," kata Mari di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2009.

Lebih lanjut Mari menjelaskan, PTPN dan RNI sulit untuk mendatangkan gula mentah yang digunakan dalam kapasitas siaga.

Sedangkan impor gula mentah untuk delapan pabrik gula rafinasi tidak akan berubah alokasinya, yakni 225 ribu ton hingga akhir tahun ini dan 220 ribu alokasi per bulan untuk tahun depan.

"Yang jelas, pemerintah akan memastikan mengamankan stok gula akhir tahun, sehingga mencukupi lima bulan selama tidak ada musim giling," ujarnya.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ