VIVAnews - Standard Chartered Indonesia menjadi bank internasional pertama di Indonesia yang menawarkan pembayaran perdagangan menggunakan mata uang Renminbi (RMB) untuk transaksi dua-arah dengan negara China.
Stanchart mulai menawarkan pembayaran, kliring, layanan valuta asing dan perdagangan dengan mata uang RMB untuk nasabah korporasi, termasuk kliring dan fasilitas pembayaran perdagangan (trade settlement) dalam RMB ke lembaga-lembaga keuangan di pasar ASEAN termasuk Malaysia, Singapura, Thailand dan Philipina.
Yen Yen Setiawan, Country Head Transactional Banking, Stanchart mengaku senang karena menyediakan fasilitas pembayaran perdagangan RMB lintas negara. Apalagi, dengan meningkatnya arus perdagangan antara Indonesia dan Cina, pengaturan ini lebih jauh akan membantu perusahaan-perusahaan Indonesia mengembangkan perdagangan bilateral dengan Cina.
Dengan layanan pembayaran perdagangan secara langsung melalui Stanchart China, mereka akan membantu perusahaan menyederhanakan alur dan proses kerja pengusaha, meminimalisasi paparan valuta asingnya dan mengurangi biaya-biaya keuangan pasti.
Jiten Arora, Standard Chartered Regional Head of Transaction Banking Asia Selatan menilai banyak potensi bagi Renminbi untuk mengambil momentum sebagai mata uang pembayaran perdagangan di wilayah ini, khususnya dengan posisi China sebagai mitra dagang kelompok ASEAN.
Dengan perluasan layanan Renminbi ke Indonesia, Stanchart ingin menyediakan modal seiring meningkatkanya volume perdagangan dengan China, negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Sejak tahun 90-an China telah menjadi salah satu mitra dagang utama bagi Indonesia.
heri.susanto@vivanews.com