Bisnis
Lanskap Ekonomi Indonesia

Aneh! Pertamina Kalah oleh 4 Produsen Rokok

Dibandingkan dengan perusahaan minyak asing, Pertamina seperti memiliki penyakit.

Rabu, 7 Oktober 2009, 11:32 WIB
Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan
Faisal Basri (Istimewa)

VIVAnews - Ekonom Faisal Basri mengkritik keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap kinerjanya dalam membangun ekonomi Indonesia. Kata dia, BUMN Indonesia memiliki tiga masalah penting yang menggerogoti ekonomi Indonesia dari dalam.
 
Faisal memberi contoh masalah BUMN itu seperti terjadi di Pertamina. Menurut dia, kalau dibandingkan dengan perusahaan minyak asing, Pertamina seperti memiliki penyakit di dalamnya.
 
"Kontribusi BUMN ini di APBN jauh lebih kecil dari cukai 4 perusahaan rokok," kata dia dalam beda buku Lanscape EKonomi Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Rabu 7 Oktober 2009.
 
Selain itu dalam menghasilkan minyak, Pertamina juga ongkosnya jauh lebih besar dibanding Chevron. "Saya bukan anti asing, tapi kalau melihat kondisi Pertamina menghasilkan satu barel minyak ongkosnya USD 36,1, sedang Chevron hanya USD 6,8, itu ada apa?" katanya.
 
"Saya termasuk orang yang tidak mau melindungi begundal-begundal seperti itu," kata dia. Tak hanya dengan Chevron yang lebih ekonomis, namun dibanding seluruh rata-rata sharing kontrak yang lain, yang hanya USD 9,8 per barel, Pertamina tetap lebih boros.
 
Faisal mengatakan secara umum permasalahan BUMN itu mencakup manajemen dan kelemahan etos kerja, politisasi dan penjarahan, dan korupsi dan kelalaian.
 
"Kita semua tidak mau BUMN seperti Pertamina dijual, tapi mereka harus dibebaskan dari tiga masalah itu," ujarnya.

heri.susanto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
cipto
21/03/2010
masya alloh................?
Balas   • Laporkan
binggo
09/10/2009
Kantor isteri saya (PH untuk pembuatan iklan -tak perlu saya sebut namanya) pernah ikut tender di Pertamina. Apa yang terjadi di dalam tender? Pejabat setingkat manajer di sana bisa memberikan guarantee kepada kantor isteri saya untuk tampil sebagai pemen
Balas   • Laporkan
pengamat minyak indonesia
08/10/2009
hmm..sebenarnya pertamina saat ini sudah jauh dari yang bapak pikirkan..terkait dengan mengapa pertamina memiliki biaya produksi lebih tinggi dikarenakan: 1. sumur2 di pertamina sudah tua umurnya,untuk mencari blok baru sendiri di wilayah kerja pertamina
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial