VIVAnews - Bank Nagari Padang terpaksa membangun tenda di lapangan depan kantornya untuk melayani nasabah. Layanan diutamakan untuk pembayaran gaji pegawai negeri sipil yang
jatuh pada tanggal 1 Oktober 2009.
Menurut AVP Vice Branch Manager Bank Nagari, Ramlis, pada saat gempa terjadi, 30 September 2009, karyawan Bank Nagari tengah sibuk menyelesaikan penghitungan gaji PNS. Namun, gara-gara gempa, penghitungan baru selesai pada pukul 02.00, 1 Oktober 2009.
”Jadi, esoknya pada tanggal 1, kami bisa melayani pembayaran gaji PNS, bahkan hari Sabtu dan Minggu besok kami melayani pembayaran gaji dan dana pensiun,” kata dia di Jakarta, Jumat 2 Oktober 2009.
Kantor Pusat Bank Nagari yang terletak di Jalan Pemuda Padang mengalami kerusakan, khususnya di lantai 4 dan lantai 5. Di gedung pusat itu, para karyawan selamat. Namun, dua karyawannya menjadi korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,6 scala richter itu.
Dua korban tewas itu adalah Budi Setyawan yang terjebak di Hotel Ambacang. Kala itu, ia tengah memberikan penyuluhan kepada pegawai Departemen Kelautan dan Perikanan Padang. Korban lainnya adalah Sarifah yang meninggal di depan kantor cabang Bank Nagari di Mall Plaza Andalas.
Sementara itu, Bank Mandiri juga siap melayani pembayaran gaji pegawai sejumlah perkantoran. Dia mengatakan meski nasabah tidak mempunyai surat pengenal namun nasabah masih bisa menarik dananya di Bank Mandiri. “Setiap nasabah kan mempunyai PIN, itu bisa digunakan sebagai alat pengenal,” katanya.