VIVAnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati enggan memberikan komentar atas pernyataan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution yang menyatakan ragu mengenai data PT Bank Century Tbk yang diberikan Bank Indonesia. Dia bahkan terkejut mengetahui wawancaranya dengan BPK dibeberkan ke media.
"Memang hasil wawancara boleh dibeber-beberkan oleh BPK?" kata Sri Mulyani kepada wartawan semalam seusai rapat kerja Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK) di Komisi Keuangan DPR, Jakarta, Selasa 28 September 2009.
Dia justru bertanya balik kepada wartawan,"Boleh atau tidak?" Salah satu wartawan lalu menjawab harusnya tidak boleh. Sri Mulyani pun melanjutkan, "Republik ini punya aturan," cetusnya tak mau menanggapi pernyataan Anwar.
Dia mengaku akan mengikuti laporan BPK mengenai audit investigasi kucuran Bank Century.
Sebelumnya, Anwar mengungkapkan dalam pemeriksaan BPK, Menkeu mengakui kalau data yang diberikan oleh Bank Indonesia kurang valid. Hal itu diungkapkan Sri Mulyani pada saat proses wawancara beberapa waktu lalu.
"Sri Mulyani mengatakan, ia meragukan kualitas data Bank Indonesia itu, itu disampaikan ke BPK," kata Anwar Jumat 25 September 2009 lalu.
Beberapa waktu lalu, Anwar Nasution mengungkapkan dalam pemeriksaan terhadap kasus penyelamatan Bank Century oleh pemerintah, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui data yang diberikan Bank Indonesia kurang valid.
Anwar mengatakan pengakuan ini diungkapkan oleh Sri Mulyani saat proses wawancara beberapa waktu lalu. BPK menanyai Menkeu terkait audit investigasi atas dana talangan pemerintah terhadap Century.
hadi.suprapto@vivanews.com