Lima Fokus Utama Audit BPK atas Century

BPK masih melanjutkan audit investigasi untuk memperoleh hasil laporan lengkap.

Senin, 28 September 2009, 16:45 WIB
Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan
Pasokan Uang Bank Century (Vivanews/Nur Farida Ahniar)

VIVAnews - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melaporkan hasil pemeriksaan awal atas penyelamatan PT Bank Century Tbk. kepada DPR pada Senin ini, 28 September 2009.

Namun, BPK masih melanjutkan audit investigasi untuk memperoleh hasil laporan lengkap, termasuk soal aliran dana Bank Century. BPK tidak bersedia mempublikasikan laporan karena itu kewenangan DPR.

Dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Senin ini, Kepala Biro Humas BPK, Dwita Pradana mengungkapkan ada lima fokus utama pemeriksaan yang telah dilakukan oleh tim pemeriksa BPK.

Ke lima fokus pemeriksaan itu adalah:

a. Proses merger Bank Century pada Desember 2004 dan pemberian izin operasi sebagai bank devisa oleh Bank Indonesia;

b. Pelanggaran aturan prudential yang dilakukan oleh Bank Century secara terus menerus selama sejak bank itu didirikan hingga diambil alih oleh LPS pada November 2008;

c. Dasar dan alasan pemberian Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek (FPJP) sebesar Rp 689 miliar oleh Bank Indonesia;

d. Proses penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dan penyelamatannya oleh KSSK, yaitu: apakah proses penyelamatan Bank Century telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku; apakah LPS dan KSSK telah memiliki prosedur yang memadai dalam penyelamatan bank; apakah Bank Indonesia telah memberikan informasi yang cukup dan mutakhir kepada LPS dan KSSK mengenai kondisi keuangan Bank Century; dan apakah KSSK, Bank Indonesia dan LPS memiliki early warning system yang memadai dalam mengantisipasi permasalahan kesulitan keuangan perbankan; apakah stress test yang dilakukan oleh BI didasarkan atas data mutakhir termasuk anak-anak perusahaannya.

e. Alasan peningkatan kebutuhan dana penyelamatan Bank Century dari tadinya sebesar Rp 632 miliar menjadi Rp 6,7 triliun, meningkat lebih dari 10 kali lipat.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ