Pengusaha Sofjan Wanandi:

Mari Elka, Calon Menteri Perdagangan Favorit

Mari bukan sekadar memiliki gelar dan keahlian sebagai doktor perdagangan internasional.

Senin, 28 September 2009, 11:22 WIB
Heri Susanto
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu (Antara/Widodo S. Jusuf)

VIVAnews - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menilai Mari Elka Pangestu sebagai calon terbaik untuk posisi Menteri Perdagangan di kabinet pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono 2009 - 2014.

"Sampai saat ini, Mari Pangestu calon yang terbaik," ujar Sofjan kepada VIVAnews di Jakarta, Senin, 28 September 2009.

Dia mendengar untuk posisi Menteri Perdagangan, sejauh ini nama Mari Pangestu paling favorit dan memenuhi syarat. Menurut dia, Mari bukan sekadar memiliki gelar dan keahlian sebagai doktor ekonomi bidang perdagangan internasional.

"Namun, Mari sudah dikenal luas di lingkungan internasional," katanya. Mari menjadi pemimpin Kelompok Negara 77 yang mewakili Asia, Afrika dan Amerika Latin dalam negosiasi di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Mari membawa nama Indonesia semakin dikenal di luar negeri. "Mari menjadi pemimpin untuk menghadapi WTO."

Mari, kata dia, juga menjadi menteri yang berperan besar dalam menjajaki kerja sama perdagangan bebas seperti dengan Jepang, China, Asean, dan Australia. "Dia dikenal dan dihargai menteri-menteri negeri lain."

Sofyan menilai Mari lebih bagus ketimbang Ketua Kadin MS Hidayat yang kemampuan bahasa Inggris terbatas dan tidak memiliki kemampuan negosiasi internasional. "Hidayat lebih tepat sebagai Menteri Perindustrian."

Namun, menurut dia, bagi kalangan tertentu, Mari Pangestu dianggap sebagai tokoh liberal yang membuat Indonesia yang semain masuk dalam globalisasi. "Itu pandangan kelompok yang berhaluan nasionalisme sempit." 

Sebenarnya, Sofyan mengingatkan selama Mari memperjuangkan kepentingan nasional, Indonesia tetap tidak akan bisa menghindarkan diri dari globalisasi. "China saja sudah buka diri, Rusia juga membuka diri. Apakah kita mau seperti Myanmar." 

Kelemahan lainnya, menurut Sofyan, adalah soal pengendalian harga bahan pokok  dalam negeri, seperti harga beras, minyak goreng, gula dan lainnya. Itu sesungguhnya bisa diatasi dengan memilih Dirjen yang bagus serta kerja sama dengan menteri lain.

heri.susanto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ