Mahasiswa UI Ciptakan Bantal Silikon Murah

Berbekal pengalaman sulit tidur dengan bantal di kosan, Ghufran membuat bantal silikon.

Senin, 28 September 2009, 09:31 WIB
Hadi Suprapto, Anda Nurlaila
Bantal Silikon (88DB.com)

VIVAnews - Mendengar kata silikon, sebagian besar orang langsung mengasosiasikan dengan bahan kimia untuk kecantikan. Tetapi bahan silikon ternyata bisa dijadikan sebagai bahan perlengkapan tidur yang nyaman dan murah.

Berbekal pengalaman yang sulit tidur dengan bantal biasa di kos-kosan, Ghufran Mahfuzh, mahasiswa Teknik Metalurgi angkatan 2006, Universitas Indonesia, terinspirasi membuat sendiri bantal yang nyaman. 

"Biasanya kos-kosan hanya menyediakan bantal seadanya, seringkali tidak nyaman. Walaupun sepele ini banyak dikeluhkan teman-teman," kata dia kepada VIVAnews beberapa waktu lalu.

Perlengkapan tidur seadanya, kadangkala tidak sesuai standar kesehatan dan tidak nyaman. Tidak heran banyak mahasiswa yang kehilangan kualitas tidur dan masih mengantuk saat perkuliahan.

Akhirnya, ide dari pengalamannya ia tuangkan pada sebuah proposal bisnis. Sebagai referensi awal, Ghufran mencermati perkembangan bantal silikon yang ada sekarang. "Memang sudah ada, tapi harganya tidak terjangkau, apalagi untuk mahasiswa," katanya.

Ghufran yang akrab disapa Aan, lalu berinovasi menciptakan bantal dan bedcover dari silikon sekaligus. Ide ini muncul karena sebagai anak kosan, seringkali tidak tersedia selimut yang nyaman. Dari idenya yang cukup unik ini, Aan mendapat predikat sebagai The Best Experience dan berhak atas dana hibah Rp 8 juta.

Dalam konsepnya, dengan modal Rp 15 juta, ia sudah bisa membeli peralatan seperti dua mesin jahit dan bahan baku. Untuk urusan bahan baku, ia mengaku tidak kesulitan. Namun yang membutuhkan perhatian khusus adalah desain dan kualitas jahitan. 

"Agar aman harus bagus dan rapih jahitannya. Desainnya juga mengikuti mode yang eye catching," ujar Aan.

Dengan dana hibah Rp 8 juta dari Universitas Indonesia dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dikti), ia mengaku cukup terbantu. "Sisanya dari tabungan usaha kecil-kecilan saya dan pinjam dari orangtua," ujar Aan yang bertekad menjadi pengusaha ini.

Aan mengakui, produksi komersial akan berlangsung mulai Oktober mendatang. Produk yang akan ia buat di antaranya bantal, bedcover, atau paket keduanya. Dalam sebulan ia memperkirakan dapat meraup omset Rp 14,5 juta atau Rp 180 juta per tahun. Produksi massal dalam sebulan bisa mencapai 250 pieces.

Untuk pemasaran, Aan yakin tahap awal jaringan mahasiswa yang tersebar di sekitar kampus mampu memenuhi targetnya. Bazaar dan seminar yang kerap berlangsung di UI, bakal menjadi ajang promosi dan menggaet konsumen baru.

Tetapi yang menjadi kendala saat ini selain modal, adalah mengatur waktu antara kuliah, berbagai organisasi yang ia ikuti, serta wirausaha. "Setelah lulus saya akan fokus kepada usaha saya," katanya.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
batubata
17/11/2011
Wah inovasi yg luar biasa, Buat para cewek yg ingin tampil menawan seperti Mbak MD dengan biaya sangat terjangkau, silakan pesan sepasang bantal silikon ya :)
Balas   • Laporkan
colies
22/05/2010
harga per picies berapa..?? bisa beli di mana dan kontak personnya donk..?? thanks...
Balas   • Laporkan
amang
02/04/2010
mohon CP nya dong
Balas   • Laporkan
elisaedison
27/03/2010
Salam kenal. Selamat dan sukses untuk bung Ghufran alias Aan. Saya angkat topi dan two thumbs us 4 u. Hebat. Tapi jangan berpuas diri. Terus lakukan inovasi. Saya sangat tertarik dengan produk ini. Bisa tahu no C P bung Ghufran? Saya di 0812-13473384. Say
Balas   • Laporkan
efa
03/02/2010
iya duuung... thx
Balas   • Laporkan
natalia veronica tambunan
22/01/2010
kira2 harganya berapa ya???bisa ga kalo buat di jual lagi??
Balas   • Laporkan
alan
17/01/2010
salut buat anda,msh muda sdh bisa ciptakan lap.kerja....brafo.
Balas   • Laporkan
viva
17/01/2010
viva boleh minta your profile ...sapa tau rumahnya dekat terima kasih bapak Ghufran Mahfuzh "__"
Balas   • Laporkan
arul
09/01/2010
bisa dishare utk cp nya?
Balas   • Laporkan
Sulistyo
04/12/2009
Mahasiswa semacam ini kader bangsa yang perlu dicontoh. Kalau ada 100 orang saja dari hampir 200 juta penduduk Indonesia, niscaya bangsa ini akan makmur. Penuh inisiatif dan inovasi, tidak tergantung negara dan bangsa lain. Bravo mas Ghufran, cari ide2 l
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ