Bisnis
Perluas Kebun Sawit

Bakrie Sumatera Cari Pinjaman US$60 Juta

"UNSP butuh tambahan pinjaman dari bank untuk investasi sawit di Kalteng dan Riau."

Jum'at, 18 September 2009, 09:58 WIB
Antique
kelapa sawit (Antara/Maril Gafur)

VIVAnews - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) menjajaki tambahan pinjaman perbankan sebesar US$60 juta atau setara Rp 600 miliar. Pinjaman tersebut untuk mengembangkan lahan kelapa sawit di Kalimatan Tengah dan Riau.

"UNSP butuh tambahan pinjaman dari bank untuk investasi sawit di Kalteng dan Riau," kata Direktur Keuangan Bakrie Sumatera Harry M Nadir usai acara buka puasa di Jakarta, Rabu malam, 16 September 2009.

Harry menuturkan, pinjaman yang tengah dijajaki perseroan tersebut untuk pengembangan lahan sawit seluas 50 ribu hektare di Kalteng dan Riau  hingga 2011 yang akan digarap anak usaha UNSP yakni PT Bakrie Sentosa Persada. "Kita akan cari pinjaman dari bank lokal maupun asing," ujarnya. 
 
Dia mengakui, sebetulnya kebutuhan total investasi untuk Kalteng dan Riau tersebut sekitar US$250 juta yang akan dipenuhi dari ekuitas US$110 juta dan sisanya dari pinjaman bank.
 
Harry menambahkan, Bakrie Sumatera telah menghabiskan dana US$36 juta untuk modal awal penanaman sawit oleh Bakrie Sentosa sejak 2008. Sedangkan pengelola investasi instrumen ekuitas (private equity) menyuntikkan dana US$80 juta.

"Perseroan sebelumnya telah mendapatkan komitmen pinjaman US$30 juta dari satu bank lokal dan satu bank asing asal Singapura senilai US$50 juta," katanya.
 
Menurut dia, perseroan akan menegosiasikan kembali komitmen pinjaman senilai US$80 juta tersebut, karena ada beberapa hal yang perlu diperbarui. "Kalau ada peluang, bisa juga nilai pinjamannya ditambah," ujar Harry.
 
Sementara itu, Harry menuturkan, UNSP menginginkan pinjaman berjangka waktu panjang dan minimal lima tahun. Sebab, jangka waktu di bawah lima tahun belum cukup bagi perseroan untuk melunasi pinjaman karena lahan yang ditanam belum berproduksi maksimal. "Kami berencana melunasi pinjaman dari hasil produksi lahan yang sudah dibuka," kata dia.
 

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial