VIVAnews - PT Danareksa (Persero) mengincar pertumbuhan nasabah investor ritel sebesar 20 persen dari posisi saat ini sebanyak 22 ribu nasabah pada tahun 2010.
"Tahun depan, brokerage ritel akan banyak bermain," ujar Direktur Utama Danareksa Edgar Eka Putra dalam Buka Puasa Bersama dan Perkenalan Direksi Baru di Jalan Agus Salim, Jakarta, Rabu malam, 16 September 2009.
Menurut Edgar, selama ini komposisi nasabah ritel dan institusi di Danareksa berimbang masing-masing sekitar 50 persen. "Artinya individu sudah mengerti untuk investasi," ujarnya.
Danareksa memperkirakan, pertumbuhan nasabah ritel kebanyakan terjadi pada investor yang ingin berinvestasi pada produk investasi saham.
Direktur Danareksa Heru D Adiningrat menambahkan, sasaran investor dari nasabah ritel tidak bisa dihindari oleh perusahaan sekuritas. Untuk itu, pihaknya berencana meningkatkan infrastruktur yang mampu menjangkau investor ritel lebih luas.
Pada bagian lain, Edgar memproyeksikan pertumbuhan pasar modal tahun depan akan tumbuh signifikan. Hal tersebut ditandai masuknya investor asing yang menilai Indonesia mampu melewati tahun 2008 dengan cukup baik.
"Investor asing sudah mulai masuk dan kebanyakan dari Singapura. Kini ada momentum dalam jangka waktu 2-3 bulan mendatang," ujarnya.
Pengaruh pergerakan saham dari internal dan eksternal tahun 2010 juga diperkirakan akan menarik. Namun hal tersebut harus dibarengi dengan upaya menjaga persaingan pasar modal dari negara lain seperti Cina dan India.
"Siklus 5 tahun ke depan bagus, yang mungkin perlu dijaga adalah inflasi," tutur Edgar.
antique.putra@vivanews.com