10% Impor Gula 2010 Dikucurkan Desember

Percepatan pengucuran 10% impor gula mentah dilakukan untuk menjaga pasokan gula.

Rabu, 16 September 2009, 13:45 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Pabrik gula di Kediri (Arief Priyono)

VIVAnews - Sebanyak 225 ribu ton gula mentah impor akan diterima industri rafinasi pada akhir tahun. Angka ini setara dengan 10 persen impor gula mentah pada 2010.

"Pemerintah memutuskan, alokasi sebanyak 225 ribu ton untuk produksi gula rafinasi tahun depan akan diberikan pada Desember ini," kata Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Mohammad Yamin di Jakarta, Rabu, 16 September 2009.

Yamin menjelaskan, percepatan pengucuran 10 persen impor gula mentah tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan bahan baku untuk produksi 2010. "Industri rafinasi baru bisa keluarkan barang kalau sudah ada jaminan stok ada sebelumnya," ujarnya.

Pemerintah, dia menambahkan, mengalokasikan impor gula sebanyak 2,265 juta ton setara gula mentah untuk 2010. Impor tersebut terdiri dari 1,865 juta ton gula mentah untuk industri rafinasi, PT Industri Gula Nusantara (IGN), dan PT Perkebunan Nusantara II. 

Sisanya, 400 ribu ton setara gula mentah dialokasikan untuk kebutuhan industri makanan dan minuman dalam bentuk gula kristal rafinasi.

"Dalam pelaksanaan nanti bisa direalokasi. Misalnya, kalau realisasi untuk industri makanan minuman kecil bisa dialihkan untuk industri rafinasi," ujarnya.

Yamin menjelaskan, keputusan mempercepat alokasi impor tersebut dihasilkan melalui Rapat Koordinasi Gula di Kantor Menko Perekonomian pada 8 September 2009.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ