Bisnis
Berbagi Rezeki Idul Fitri

Lebaran, Rp 24 T Uang Mengalir ke Desa-Desa

Ini terjadi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang melonjak tajam selama Lebaran.

Rabu, 16 September 2009, 11:16 WIB
Heri Susanto
Mudik Lebaran 2008 -2 (AP Photo/ Irwin Fedriansyiah)

VIVAnews - Meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan Ramadhan dan Lebaran membuat jumlah yang diedarkan oleh Bank Indonesia pun melonjak tajam. Menurut BI, jumlah uang beredar naik puluhan triliun rupiah dalam tempo satu bulan selama Ramadhan.

Deputi Direktur Pengedaran Uang BI, Yopie Alimudin mengungkapkan jika pada 23 Juli, sebelum Ramadhan, jumlah uang yang diedarkan di neraca BI tercatat Rp 241,9 triliun. Namun, posisi per 14 September, jumlahnya sudah meningkat menjadi Rp 272,1 triliun.

"Itu naik sebesar 30,2 triliun," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 16 September 2009. Jumlah ini, jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang meningkat Rp 21,1 triliun. Artinya, menurut dia, ada ekspansi uang beredar selama Ramadhan dan Lebaran.

Dari total tambahan uang beredar Rp 30,2 triliun tersebut, menurut Yopie, biasanya yang beredar di Jakarta hanya 20 persen atau sekitar Rp 6 triliun. Artinya, sebanyak Rp 24 triliun, uang mengalir dari bank sentral pusat ke daerah-daerah, baik di kota hingga ke desa-desa pelosok.

Menurut dia, lonjakan ini terjadi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang melonjak tajam selama Ramadhan dan Lebaran. Misalnya, untuk membayar THR, transportasi mudik, belanja kebutuhan pokok, pakaian, berbagi rezeki dengan saudara di kampung, zakat, infak dan lain sebagainya.

Akibat lonjakan kebutuhan duit oleh masyarakat selama Lebaran, posisi kas di brankas bank sentral pun berkurang. Jika semula pada 23 Juli 2009, BI masih memiliki kas Rp 152,4 triliun. Namun, satu bulan kemudian, posisi kas di brankas BI sudah turun menjadi 121,9 triliun.

"Jadi, ini masih cukup untuk kebutuhan 4 bulan, seandainya kebutuhan yang sama masih berlanjut," katanya.

heri.susanto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial