VIVAnews - Animo masyarakat terhadap uang Rp 2000 sangat tinggi. Permintaan uang pecahan kecil yang baru terus melonjak.
Namun tidak sepenuhnya permintaan nasabah dapat dilayani oleh bank, karena stok yang terbatas dari Bank Indonesia.
Menurut Wakil Kepala Divisi Sentra Operasional Bank Rakyat Indonesia Edy Utomo, untuk BRI sendiri permintaan uang tunai terasa pada minggu ke dua bulan Ramadhan. Dia mencontohkan untuk Jabodetabek saja, sekitar Rp 250 miliar untuk kebutuhan uang baru telah terserap. Tiap hari BRI menyediakan Rp 1 miliar untuk kebutuhan di Jabodetabek.
"1 hari pecahan Rp 2000 sekitar Rp 1 miliar habis," katanya di Jakarta Selasa 15 September 2009.
Dalam mengantisipasi kebutuhan uang tunai, terutama uang pecahan kecil dalam keadaan baru, BRI mengaku menyetok sejak sebelum puasa. BRI sendiri baru melepas menjelang Lebaran.
"Tiap hari kami mengambil di BI. Namun kami tidak bisa sepenuhnya dipenuhi, hanya separuh dari permintaan," katanya.
Dia mengatakan, BRI paling banyak memenuhi permintaan nasabah korporate. Itu pun tidak bisa dipenuhi semuanya. "Untuk korporate beberapa minta pembayaran uang THR menggunakan pecahan uang kecil baru," katanya.
hadi.suprapto@vivanews.com