Lebaran, NTB Gelontorkan 10 Ton Gula

Seluruh gula tersebut sudah dikemas dalam bungkus. Setiap bungkus gula berisi 2 kilogram.

Senin, 14 September 2009, 15:38 WIB
Hadi Suprapto, Edi Gustan
Pabrik gula di Kediri (Arief Priyono)

VIVAnews - Fluktuasi harga gula selama Rhamadan memaksa pemerintah mengucurkan gula bersubsidi ke sejumlah daerah. Salah satunya, Nusa Tenggara Barat sudah menggelontorkan 10 ton gula dari 25 ton jatah gula yang diperoleh dari pemerintah pusat. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Hery Erfan Rayes mengatakan, 10 ton gula pasir tersebut sudah dibagi di Lombok Timur sebanyak 2,5 ton, Lombok Tengah 2,5 ton, Kabupaten Sumbawa Barat 2,5 ton, dan Kabupaten Sumbawa 2,5 ton. 

Seluruh gula tersebut sudah dikemas dalam bungkus. Setiap bungkus gula berisi 2 kilogram. Selain mendistribusikan jatah gula murah dari pusat, pemerintah NTB juga menggelontorkan 4,5 ton gula yang dimiliki NTB. 

"Artinya kita masih punya jatah 15 ton gula pasir yang akan dibagi usai Lebaran," kata Erfan kepada wartawan di Mataram, Senin 14 September 2009.

Sementara itu, tiga Kabupaten lainnya yakni Bima, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram termasuk yang belum menerima jatah gula murah tersebut. 

Meski demikian Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB sudah menggelar operasi pasar murah terhadap empat jenis produk pangan seperti gula, beras, minyak goreng, dan mie instan. 

Operasi pasar murah di tiga kabupaten dan Kota Mataram itu lebih difokuskan pada gula murah. Disperindag NTB mendistribusikan 4,5 ton gula untuk tiga Kabupaten dan Kota Mataram. Dengan demikian NTB sudah menggelontorkan 14,5 ton gula dengan harga murah kepada masyarakat.

Dalam operasi pasar murah tersebut pemerintah mematok harga gula Rp 7.500 per kilogram. Harga gula di pasaran sudah mencapai Rp 10 ribu per kilogramnya. Erfan menegaskan pendistribusian gula murah dilakukan kepada masyarakat dengan cara membagikan kupon.

Pemerintah NTB sudah bekerja sama dengan lurah hingga kepala desa untuk mendata masyarakat yang berhak menerima gula dengan harga murah itu. "Secara teknis saya optimistis pembagiannya bisa merata dan tidak ada yang diselewengkan," ujarnya.

Laporan: Edy Gustan l Mataram

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ