Ciputra Jajaki Proyek Timur Tengah

Rencana pengerjaan proyek di Timur Tengah cukup menjanjikan bagi perseroan.

Kamis, 10 September 2009, 10:25 WIB
Antique
Dua direksi Ciputra Property melihat maket Ciputra World, Jakarta. (ANTARA/Evi)

VIVAnews - PT Ciputra Property Tbk (CTRP) dikabarkan sedang melirik sejumlah proyek properti di kawasan Timur Tengah.

Sumber VIVAnews mengatakan, perseroan dikabarkan diajak kerja sama dengan pengembang asal Dubai, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) untuk menggarap sejumlah proyek.

"Kabarnya, proyek yang akan dikerjakan bersama itu pembangunan sentral bisnis dan hiburan," ujarnya di Jakarta, Rabu malam, 9 September 2009.

Direktur Ciputra Property Artadinata Djangkar ketika dikonfirmasi mengakui, perseroan memang pernah menjanjaki sejumlah proyek di Timur Tengah beberapa waktu yang lalu. "Kita pernah mencoba melihat peluang di Timur Tengah," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 10 September 2009.

Namun, dia mengakui, penjajakan tersebut dilakukan grup Ciputra yang spesialisasinya mengerjakan proyek-proyek di mancanegara seperti di Vietnam dan Kamboja. "Jadi, bukan Ciputra Property ya," kata Arta.

Per 31 Juli 2009, PT Ciputra Development Tbk menguasai saham berkode CTRP sebanyak 51,59 persen dan sisanya dimiliki publik.

Pada perdagangan Rabu, CTRP berakhir melemah Rp 5 (1,38 persen) ke level Rp 355. Broker PT Trimegah Sekuritas Tbk dengan kode broker LG tercatat sebagai broker yang paling banyak mengoleksi saham Ciputra Property.

Menurut analis PT Optima Sekurities Ikhsan Binarto, rencana pengerjaan proyek di Timur Tengah cukup menjanjikan. Pasalnya, negara di sana memang sedang giat membangun infrastruktur dan propertinya seiring menguatnya harga minyak mentah dunia. "Ini bisa menjadi sentimen positif bagi perseroan," ujarnya.

Dia juga mengakui, sentimen tersebut akan berpengaruh terhadap pergerakan saham grup Ciputra untuk jangka pendek maupun menengah. "Jadi, simpan bila investor telah memiliki CTRP," kata Ikhsan.

Seperti diketahui, pendapatan usaha perseroan per 30 Juni 2009, naik 0,38 persen menjadi Rp 157,92 miliar dari periode yang sama 2008 sebesar Rp 157,31 miliar.

Namun, naiknya beban usaha Ciputra Property menyebabkan laba bersih hanya sebesar Rp 34,54 miliar atau Rp 6 per saham. Menurun 67,84 persen ketimbang periode yang sama 2008 yang mencapai Rp 107,46 miliar atau Rp 17 per saham.


antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ