Bisnis
Sesi II Tutup

IHSG Rebound & Rupiah Kuat

Indeks di BEI terangkat 0,5% ke level 2.382, sedang rupiah bercokol di posisi 9.935/US$.

Rabu, 9 September 2009, 16:27 WIB
Antique
Papan pengumuman valas (Prasetyo Utomo)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali bergerak positif (rebound), setelah siang tadi sempat terkoreksi. Nilai tukar rupiah terlihat tetap kuat terhadap doalr Amerika Serikat.

Maxi Liesyaputra, analis PT BNI Securities berpendapat, pergerakan positif indeks saat berakhirnya transaksi ditunjang penguatan harga berbagai komoditas logam di London Metal Excange yang cukup signifikan, seperti timah, nikel, dan tembaga.

"Penguatan harga komoditas emas juga memicu," ujarnya melalui riset yang diterima VIVAnews di Jakarta, Rabu, 9 September 2009.

Sedangkan tekanan jual, kata dia, yang sempat melanda IHSG siang tadi akibat sebagian besar bursa regional Asia Pasifik sedang bergerak ke arah negatif, di mana Nikkei dan Strait Times mengalami koreksi walaupun tidak signifikan.

IHSG pada penutupan transaksi hari ini, terangkat 12,04 poin (0,50 persen) ke level 2.382,34. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks melemah di posisi 2.371,14 atau turun 0,16 poin (0,01 persen).

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,70 triliun dan volume tercatat 7,55 juta lot, dengan frekuensi 88.975 kali. Sebanyak 91 saham menguat, 104 melemah, 71 ditutup stagnan, serta 197 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 1.09 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp 630,97 miliar.

Bursa Asia saat IHSG tutup bergerak negatif. Hang Seng Index terhempas 218,77 atau 1,04 persen menjadi 20.851,04, Nikkei 225 turun 81,09 poin (0,78 persen) ke level 10.312,14, dan Straits Times melemah 15,47 atau 0,58 persen di posisi 2.645,44.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham unggulan tambang yang menguat di antaranya PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terangkat Rp 50 (0,38 persen) di posisi Rp 13.150, dan PT Smart Tbk (SMART) menguat Rp 25 atau 0,76 persen menjadi Rp 3.300.

Rupiah Turut Menopang
Maxi juga mengakui, nilai tukar rupiah yang terus akibat pelemahan US$ juga menjadi pemicu penguatan indeks sore ini.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol ke level 9.935 per dolar AS dari transaksi pagi tadi yang berada di posisi 10.000/US$.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.940 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Selasa, 8 September 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.000-10.038/US$.


antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial