Indonesia Siap Ekspor Pupuk 1 Juta Ton

Jika tidak diekspor konsekuensinya terjadi pada pabrik yang secara prinsip beroperasi.

Selasa, 8 September 2009, 12:46 WIB
Heri Susanto, Elly Setyo Rini
Seorang petugas melintas di dekat tumpukan pupuk di Kawasan Industri Makassar (Antara/Adnan)

VIVAnews - Sebanyak 700 ribu hingga 1 juta ton pupuk siap diekspor Indonesia menyusul masih banyaknya sisa stok pupuk yang disediakan pemerintah.

Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia Depperin Benny Wahyudi menjelaskan, penyerapan pupuk yang masih rendah menyisakan stok yang cukup banyak untuk diekspor.
 
"Pemerintah sediakan 5,5 juta ton pupuk. Pada semester pertama, penyerapan di bawah 80 persen sehingga kalau penyerapan semester kedua sesuai rencana, maka masih punya 10-15 persen dari 5,5 juta ton," kata Benny di Jakarta, Selasa, 8 September 2009.
 
Selain itu, persediaan sebanyak 500 - 700 ribu ton pupuk bersubsidi juga dikatakan belum terserap. "Di sektor perkebunan sama, pupuk digunakan oleh petani harga komoditi bagus. Tapi kalau harga tidak bagus, daripada mengeluarkan ongkos untuk menanam maka lebih baik tidak," ujarnya.
 
Benny memperkirakan akan ada potensi pengurangan penggunaan pupuk untuk perkebunan sebesar 200-300 ribu ton.
 
"Dari semua kelebihan ini, merupakan potensi untuk diekspor," katanya. Jika tidak diekspor, menurutnya, konsekuensinya terjadi pada pabrik yang secara prinsip beroperasi selama 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu.
 
"Kalau misal gudang penuh dan tidak bisa dipasarkan, maka konsekuensinya pabrik akan dimatikan," kata dia.
 
Menurut Benny, momen yang paling tepat untuk melakukan ekspor pupuk yakni bulan September hingga Oktober 2009. "Saat ini momen yang tepat. Jangan sampai mengganggu musim tanam pada Oktober hingga Maret," katanya.
 
Negara tujuan, dikatakannya, belum bisa ditentukan karena menggunakan proses lelang untuk melakukan ekspor.
 
Benny menjelaskan, izin ekspor memang belum diurus ke Departemen Perdagangan karena sedang dalam proses persiapan. "Sudah dibahas di tingkat Menko Perekonomian. Tinggal dihitung ulang berapa yang perlu diekspor," kata dia.
 
Bahkan dia mengakui belum mengeluarkan rekomendasi untuk izin ekspor. "Ini sedang persiapan dan menunggu momentum," ujarnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ