VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia awal pekan ini kembali berakhir positif. Mata uang rupiah pun ikut menguat terhadap doalr Amerika Serikat.
Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta berpendapat, pergerakan positif sebagian besar bursa regional dan stabilnya harga minyak mentah dunia menjadi pemicu penguatan IHSG saat penutupan transaksi hari ini.
"Aksi investor yang kembali meramaikan bursa saham akibat timbulnya optimisme akan adanya sentimen positif baru turut menggerakan indeks ke tren positif," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Senin, 7 September 2009.
IHSG pada penutupan transaksi hari ini, terangkat 17,65 poin (0,76 persen) ke level 2.340,39. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks menguat di posisi 2.332,16 atau naik 9,43 poin (0,40 persen).
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,54 triliun dan volume tercatat 8,14 juta lot, dengan frekuensi 64.086 kali. Sebanyak 100 saham menguat, 81 melemah, 74 ditutup stagnan, serta 208 saham tidak terjadi transaksi.
Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 606,19 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 423,71 triliun.
Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak positif. Hang Seng Index terangkat 310,69 atau 1,53 persen menjadi 20.629,31, Nikkei 225 naik 133,83 poin (1,31 persen) ke level 2.122,69, dan Straits Times menguat 21,26 atau 0,81 persen di posisi 2.643,95.
Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham unggulan yang menguat besar di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terangkat Rp 450 (4,32 persen) di posisi Rp 10.850, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menguat Rp 150 atau 1,78 persen menjadi Rp 8.550, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang naik Rp 150 (2,11 persen) ke level Rp 7.250.
Rupiah Positif
Robin juga mengakui, nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar AS, seiring pergerakan positif sebagian besar mata uang regional turut menjadi katalis penguatan indeks sore ini. "Sepertinya, dana-dana asing mulai masuk lagi ke pasar modal," kata dia.
Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol ke level 10.060 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di posisi 10.075/US$.
Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.070 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Jumat, 4 September 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.125-10.138/US$.
antique.putra@vivanews.com