VIVAnews - Bank Indonesia (BI) menyediakan uang pecahan Rp 2.000 mencapai Rp 1,8 triliun hingga masa Lebaran. Pasalnya, pecahan tersebut menjadi primadona uang pecahan yang diburu menjelang lebaran.
Menurut Deputi Gubernur BI Budi Rochadi, tapi penyaluran uang Rp 2.000 tidak bisa dilakukan sekaligus. Sebab, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) juga mempunyai keterbatasan dalam mencetak uang.
"Sebab itu, pada waktu kita mengeluarkan pecahan Rp 2.000, kita tidak langsung distribusikan ke bank dan baru dicetak setelah cukup didistribusikan ke Kantor BI," katanya.
Namun, Budi mengakui, selain berusaha mencetak pecahan Rp 2.000, Peruri juga bekerja lembur untuk menyediakan uang pecahan kecil. Hal itu agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. "Kita sudah melakukan droping segala titik," ujarnya.
antique.putra@vivanews.com