Sesi II Tutup

IHSG Naik Tipis & Rupiah Aman

Indeks di BEI menguat tipis 0,02% ke level 2.322, sedangkan rupiah bercokol di 10.125/US$.

Jum'at, 4 September 2009, 16:25 WIB
Antique
Papan Bursa Efek Indonesia (Andika Wahyu)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia akhir kembali bersandar di zona hijau setelah sempat terkoreksi tadi. Mata uang rupiah juga tidak mengalami tekanan jual oleh pelaku pasar.

Menurut analis PT BNI Securities Asti Pohan, pergerakan positif Dow Jones semalam yang diikuti sebagian besar bursa kawasan Asia turut mendorong IHSG menguat lagi dari tekanan jual siang tadi saat penutupan transaksi.

"Harga komoditas yang bergerak searah dengan bursa saham dunia dan harga minyak dunia yang menguat turut menjadi katalis kembalinya kepercayaan investor untuk masuk pasar," ujarnya melalui risetnya kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.

IHSG pada penutupan transaksi sesi II, Jumat, 4 September 2009, menguat tipis 0,49 poin (0,02 persen) ke level 2.322,74. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks gagal bertahan di area positif karena terkoreksi di posisi 2.319,15 atau turun 3,09 poin (0,14 persen).

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,72 triliun dan volume tercatat 7,62 juta lot, dengan frekuensi 72.343 kali. Sebanyak 83 saham menguat, 110 melemah, 64 ditutup stagnan, serta 206 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 548,41 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 575,11 triliun.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak positif. Hang Seng Index terangkat 556,94 atau 2,82 persen menjadi 20.318,62, Shanghai Composite naik 16,58 poin (0,58 persen) ke level 2.861,61, dan Straits Times menguat 14,52 atau 0,56 persen di posisi 2.612,88.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham komoditas yang menguat besar di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terangkat Rp 550 (2,34 persen) di posisi Rp 24.000, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menguat Rp 200 atau 0,96 persen menjadi Rp 20.900, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) yang naik Rp 150 (1,17 persen) ke level Rp 12.900.

Rupiah Aman
Asti mengakui, mata uang rupiah yang ditukarkan dengan nilai yang sama dan cenderung menguat menandakan investor asing tidak melakukan aksi jual rupiah atau masih memarkirkan uangnya di Indonesia.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol ke level 10.125 per dolar AS dari transaksi pagi tadi yang berada di posisi 10.135/US$.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.138 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Rabu, 2 September 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.120-10.150/US$.


antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ