Bisnis

Ritel Kuasai 85% Permintaan Semen Holcim

Holcim memproduksi semen 8,5 juta ton per tahun, dengan permintaan ritel 7,2 juta ton.

Jum'at, 4 September 2009, 11:28 WIB
Arinto Tri Wibowo, Anda Nurlaila
Pabrik Semen Holcim (holcim.es)

VIVAnews - Konsumsi semen segmen ritel mendominasi permintaan semen PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) sepanjang 2009. Permintaan semen Holcim oleh konsumen ritel diprediksi mencapai 85 persen produksi.

Relationship Management Director Holcim Indonesia Rusli Setiawan mengatakan, kontribusi penjualan semen ritel paling besar.

Dari 38 juta konsumsi semen nasional, 80-85 persen atau sekitar 30-32,8 juta ton berasal dari permintaan ritel seperti individu dan perumahan.

"Permintaan untuk infrastruktur dan proyek konstruksi besar hanya mencapai 15 persen dari konsumsi," kata Rusli di Jakarta, Kamis 3 September 2009.

Rusli memperkirakan, penyerapan produksi semen Holcim tidak akan jauh berbeda dibanding 2008. Holcim memproduksi semen 8,5 juta ton per tahun, dengan permintaan ritel mencapai 7,2 juta ton.

"Perbaikan penjualan sudah terlihat sejak awal semester kedua," ujar Rusli.
Selama Juli-Agustus, penjualan mencapai satu juta ton dan sebagian besar berasal dari ritel.

Sementara itu, pada semester I-2009, perseroan baru membukukan penjualan 2,5 juta ton. "Semester II-2009 akan lebih menjanjikan," ujarnya.

Sepanjang semester satu tahun lalu, permintaan domestik sebesar 17,5 juta ton. "Semester kedua tahun ini bisa naik, paling tidak menjadi sekitar 20 juta ton," katanya.

Hingga semester I-2009, Holcim membukukan pendapatan Rp 2,36 triliun. Pendapatan tersebut naik dibanding semester I-2008 sebesar Rp 2,06 triliun.

Namun, laba bersih Holcim enam bulan pertama tahun ini turun menjadi Rp 278 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 341,14 miliar.

Terkait rencana pembangunan pabrik di Tuban, Jawa Timur, Holcim kini menahan diri. Menurut Rusli, potensi Jawa Timur masih cukup besar.

“Konsumsi semen Jatim 4-5 juta ton per tahun. Saat ini, kami masih menargetkan memenuhi 8-10 persennya,” katanya.

Jika ada penambahan pabrik, Holcim berencana untuk meningkatkan permintaan pasar di Jatim. Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan lahan di Tuban dengan perkiraan nilai investasi pabrik baru Rp 2,5 triliun.

“Investasi pabrik semen untuk jangka panjang dan pengembaliannya bisa mencapai 30-40 tahun,” kata Rusli. 

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial