VIVAnews - Bank Indonesia mengusulkan kenaikan anggaran pegawai Bank Indonesia tahun 2010 naik sebesar 4,26 persen menjadi Rp1,957 triliun dibanding anggaran 2009. Kenaikan itu diberikan sebagai penghargaan terhadap kinerja, promosi pegawai dan rencana penerimaan pegawai baru.
"Anggaran pegawai sekitar 5 persen itu juga termasuk untuk pegawai naik pangkat," kata Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution pada saat Rapat Kerja BI yang membahas Anggaran Tahunan Bank Indonesia 2010 di DPR Jakarta Kamis 3 September 2009.
Menurutnya BI terus melakukan efisiensi. Dia menyontohkan untuk perjalanan dinas ke luar negeri mengalami penurunan seiring adanya aturan baru. Pada 2007 biaya perjalanan dinas ke luar negeri sebesar Rp 24 miliar menurun Rp 10 miliar dari 2008.
Sementara untuk rencana anggaran pengembangan dan pemeliharaan SDM tahun 2010 dianggarkan sebesar Rp 1,533 triliun, naik sebesar Rp 244,41 miliar atau 18,97 persen dari ATBI 2009. Peningkatan tersebut disebabkan naiknya biaya untuk pengembangan pegawai, fasilitas kesehatan pegawai, serta meningkatnya anggaran imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca kerja.
Anggaran pengeluaran pada anggaran operasional BI tahun 2010 sebesar Rp 5,089 triliun atau naik dibanding 2009 sebesar Rp 4,659 triliun. Selain angka di atas, juga terdiri dari anggaran pengelolaan logistik 2010 sebesar Rp 541,13 miliar naik sebesar Rp 36,41 miliar atau 7,21 persen dibanding ATBI tahun 2009. Sementara rencana anggaran pelaksanaan kegiatan pendukung 2010 dianggarkan Rp 269,13 miliar naik Rp 24,05 miliar atau 9,81 persen dari ATBI 2009.
Anggaran operasional itu juga termasuk, Rencana anggaran pajak 2010 sebesar Rp 546,39 miliar naik Rp 24,33 miliar atau 4,66 persen dari ATBI 2009. Biaya tak terduga 2010 dianggarkan sebesar Rp 242,36 miliar atau 5 persen dari total pengeluaran anggaran operasional.
Pada 2010 anggaran operasional diperkirakan surplus Rp 13,545 triliun, sementara anggaran kebijakan diperkirakan defisit Rp 25,857 triliun, sehingga secara keseluruhan ATBI 2010 diperkirakan defisit Rp 12,311 triliun.