Menkeu Minta Cadangan Risiko Fiskal Naik

"Kita akan lakukan estimasi berdasarkan pengalaman."

Kamis, 3 September 2009, 16:53 WIB
Antique, Ferial
Sri Mulyani Indrawati (AP Photo/Achmad Ibrahim)

VIVAnews - Menteri Keuangan (Menkeu) meminta anggaran cadangan risiko fiskal untuk anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN 2010) naik dari kesepakatan Rp 5,6 triliun.

"Alasan kami dalam proses penyusunan RAPBN 2010 untuk tiga bulan saja asumsi makro sudah bisa berubah, seperti harga minyak mentah yang sampai saat ini terus bergerak dalam kisaran yang sulit diprediksi," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Kamis, 3 September 2009.

Menurut dia, kendati dalam kesepakatan APBN 2010 asumsi harga minyak mentah naik dari US$60 per barel menjadi US$65, namun mesti harus diwaspadai, terutama terkait dengan nilai tukar sebab gejolak ekonomi global saat ini masih berjalan terus.

"Kita akan lakukan estimasi berdasarkan pengalaman, di mana pada tahun ini dana cadangan fiskal Rp 15 triliun, sehingga diharapkan tahun depan tidak lebih buruk dari tahun ini," kata Sri.

Menurut panitia kerja (Panja) asumsi dasar APBN 2010, pertumbuhan ekonomi disepakati 5,5 persen. Besaran pertumbuhan ini didukung pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang diperkirakan masih cukup kuat yaitu 5,3 persen, konsumsi pemerintah 9,3 persen, dan perbaikan iklim usaha yang mendorong kenaikan investasi 7,2 persen, serta ekspor 51 persen dan impor 7,2 persen yang mulai tumbuh positif.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Panja meminta pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dapat menurunkan biaya dana perbankan dan inflasi disepakati 5,0 persen.

Perkiraan tersebut diharapkan didukung rendahnya volatilitas nilai tukar, karena arus modal yang masuk dan terjaganya pasokan, serta arus distribusi barang, nilai tukar rupiah Rp 10.000 per dolar, Suku Bunga Indonesia (SBI) sebesar 6,5 persen sejalan dengan penurunan tingkat inflasi, ICP US$65 per barel, dan Lifting minyak mentah 965 ribu barel per hari (bph).


antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ