Sesi II Tutup

IHSG & Rupiah Terangkat

Indeks di BEI menguat 1,58% ke level 2.322, sedang rupiah bercokol di posisi 10.120/US$.

Kamis, 3 September 2009, 16:25 WIB
Antique
Papan pengumuman valas (Prasetyo Utomo)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali terangkat ke teritori positif pada penutupan transaksi sesi II, Kamis, 3 September 2009. Nilai tukar rupiah pun ikut menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomoan Sihombing, indeks menguat terpicu pergerakan positif bursa regional yang menguat kembali (rebound) dari tekanannya beberapa terakhir ini.

"Sepertinya, sentimen positif regional yang mengangkat indeks domestik," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.

Dia menambahkan, pergerakan positif harga komoditas dunia yang memicu pemburuan saham-saham di sektor tersebut turut mendorong IHSG reboud menjelang akhir pekan ini.

IHSG berakhir menguat 36,32 poin (1,58 persen) ke level 2.322,24. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks terangkat di posisi 2.315,90 atau naik 29,9 poin (1,31 persen).

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,07 triliun dan volume tercatat 12,37 juta lot, dengan frekuensi 86.527 kali. Sebanyak 184 saham menguat, 35 melemah, 43 ditutup stagnan, serta 201 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 788,12 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 881,23 triliun.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak positif. Hang Seng Index terangkat 239,68 atau 1,23 persen menjadi 19.761,68, Shanghai Composite 225 naik130,05 poin (4,79 persen) ke level 2.845,02, dan Straits Times menguat 21,45 atau 0,83 persen di posisi 2.591,38.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham komoditas yang menguat besar di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terangkat Rp 450 (1,95 persen) di posisi Rp 23.450, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menguat Rp 400 atau 1,97 persen menjadi Rp 20.700, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang naik Rp 250 (4,54 persen) ke level Rp 5.750.

Rupiah Menguat
Pardomuan juga mengakui, nilai tukar rupiah yang bergerak menguat terhadap dolar AS turut menjadi katalis pergerakan positif bursa domestik ke arah penguatan.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol ke level 10.120 per dolar AS dari transaksi pagi tadi yang berada di posisi 10.165/US$.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.150 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Rabu, 2 September 2009, mata uang lokal tersebut berakhir ke level 10.155/US$.


antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ