VIVAnews - Manajemen Bank Century di bawah komando Lembaga Penjamin Simpanan kini memburu teman-teman Robert Tantular, eks pemilik bank. Teman-teman Robert ini diketahui sebagai penikmat kredit perdagangan (letter of credit - L/C) fiktif yang dikeluarkan bank semasa masih dipegang Robert.
Menurut Direktur Bank Century Ahmad Fajar, L/C fiktif itu diberikan kepada debitor yang masih terafiliasi dengan Robert Tantular atau
teman-teman pemilik lama itu. Kondisi itu terjadi karena persetujuan pencairan kredit dilakukan atas deal dengan pemilik. Sementara
transaksinya tidak riil atau fiktif, sehingga pembayaran L/C macet.
"Jadi ya itu teman-temannya Robert Tantular," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu 2 September 2009.
Menurutnya saat ini bank tengah menagih secara intensif pembayaran L/C fiktif itu karena masuk kategori macet. Meski begitu, masih ada beberapa debitor yang kooperatif dan mulai menyicil pembayaran. "Mereka sudah mulai bayar atau direstrukturisasi. Jadi ada
harapan untuk recovery," katanya.
Sementara untuk yang tidak kooperatif, Bank Century masih melakukan pengkajian penyelesaiannya. Namun bank akan terus menagih kredit tersebut.
Seperti diketahui, Bank Indonesia menemukan adanya transaksi L/C fiktif Bank Century terhadap enam perusahaan. Dari enam debitor itu, ada 2 debitor yang bersedia melakukan restrukturisasi sebesar US$ 65,3 juta atau setara Rp 653 miliar.
Berdasarkan audit intern Bank Century yang dilakukan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) pada semester II/2008, juga ditemukan penyimpangan di bidang treasury dan settlement yang ada hubungannya dengan L/C. Audit itu menemukan adanya hasil repo surat berharga untuk pelunasan L/C atas nama PT Selalang Prima International dan Sinar Central Sandang.
Seharusnya hasil penuh repo masuk ke Bank Century, sedangkan persoalan L/C harus dilunasi masing-masing debitor. "Sampai saat ini L/C yang seharusnya dilunasi masih belum dilunasi," tulis laporan itu.