Fuad Bawazier

"Pemain Century Residivis Kambuhan"

Pelaku pembobolan Century orangnya sama saja dengan kejadian 1998.

Rabu, 2 September 2009, 07:57 WIB
Hadi Suprapto, Bayu Galih
Bank Century (Andika Wahyu)

VIVAnews - Mantan menteri keuangan era Soeharto, Fuad Bawazier, menilai kasus pembobolan di PT Bank Century Tbk seperti yang terjadi pada kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan skala kecil-kelilan.

Pasalnya, pelaku pembobolan Century orangnya sama saja dengan kejadian 1998. Demikian juga dengan orang-orang yang ingin menyelamatkan Century.

"Yang ngotot diperjuangkan terus terang orangnya yang itu-itu juga, instansinya itu-itu juga, alasannya itu juga," kata dia di Jakarta, Selasa 1 September 2009.

"Century ibarat di dunia kriminal residivis kambuhan. Pemain kawakan itu-itu lagi. Tidak logis."

Fuad mengatakan, kasus kebijakan menutup Bank IFI dan tidak menolong Indover Bank sudah betul. Paling tidak, menurut dia, pemerintah telah menghemat uang negara. "Jangan bilang (kerugian) Lembaga Penjamin Simpanan bukan kerugian negara. Modal awal Rp 4 triliun itu dari APBN," katanya.

Menurut Fuad, Century lebih bagus ditutup dan para pelaku pembobolan ditangkap. Pemerintah melalui LPS tidak perlu menolong Century. "Apalagi kabarnya dia melaksanakan reksadana secara liar. Artinya tanpa izin Bapepam," katanya.
 
Ditambah lagi, nasabah yang akan mencairkan reksadana diubah menjadi deposito. "Itu kan cara mengalihkan uang." hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
fuad insyaf
17/12/2009
Pa Fuad....rasa-rasanya akhir2 ini komentarnya gak ada yang positif.....1000% negatif apalagi kalo berhubungan dgn pemerintah.....Ingat pa anda punya kontribusi juga buat kemerosotan ekonomi Indonesia....So Jangan SOK Lah
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ