Anwar Heran Bail Out Century Kok Naik 10 Kali

BPK segera melakukan audit. Apalagi, sudah diminta dua lembaga, yakni KPK dan DPR.

Rabu, 2 September 2009, 06:01 WIB
Antique, Bayu Galih
Anwar Nasution (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaku heran dengan melonjaknya dana talangan (bailout) yang dikucurkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menambal modal PT Bank Century Tbk.

"Saya tidak tahu, kok menjadi 10 kali lipat," kata Ketua BPK Anwar Nasution saat ditemui di acara buka bersama di Istana Wakil Presiden, Selasa malam, 1 September 2009.

Menurut dia, bailout yang semula diperkirakan hanya Rp 630 miliar, saat ini bisa membengkak menjadi Rp 6,7 triliun. "Justru itu, ini yang saya cari, kenapa bisa terjadi," ujar Anwar.

BPK, kata dia, segera melakukan audit. Apalagi, sudah diminta dua lembaga, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Jadi, ini wajib," tutur Anwar.

Anwar mengakui, pihaknya sudah melakukan inventarisasai obyek yang akan diaudit seperti kumpulan data-data (termasuk data LPS). "Nanti kita lihat, apakah ada obligasi bodong dan kemana saja dananya mengalir," ujarnya.

Dirinya menuturkan, meski persolan bailout tersebut disinyalir bermuatan politis, BPK dijamin independen dalam melangkah. Sebab, selain dirinya bukan politisi, jelas sekali kalau lembaga yang dipimpinnya independen dan berdasarkan peraturan dan UU. "Independen itu sudah sumpah saya," kata Anwar.

Anwar menargetkan, kasus penggelembungan dana ke Bank Century tersebut selesai sebelum Lebaran ini. "Target sebelum Lebaran, karena ini banyak disorot masyarakat. Untuk itu, kita minta agar auditor jangan tidur sampe sahur," ujarnya.


antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ