Sesi II Tutup

IHSG & Rupiah Terhempas

Indeks di BEI melemah 0,63% ke level 2.326, sedang rupiah bercokol di posisi 10.105/US$.

Selasa, 1 September 2009, 16:25 WIB
Antique
Papan perdagangan saham (ANTARA)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali terhempas ke zona merah. Nilai tukar rupiah pun ikut melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut analis PT BNI Securities Asti Pohan, angka inflasi yang di atas konsesus pasar karena bercokol di 0,65 persen diprediksi menjadi penyebab kembali terhempasnya indeks pada penutupan sore ini.

"Sedangkan indeks sempat menguat tadi, karena inflasi diprediksi lebih rendah dan nantinya dapat mengundang spekulasi penurunan BI rate," ujarnya melalui riset yang diterima VIVAnews di Jakarta, Selasa, 1 September 2009.

Pada penutupan transaksi sesi II hari ini, IHSG melemah 14,62 poin (0,63 persen) ke level 2.326,91. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks terangkat di posisi 2.352,95 atau naik 11,41 poin (0,48 persen).

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,37 triliun dan volume tercatat 8,78 juta lot, dengan frekuensi 79.022 kali. Sebanyak 67 saham menguat, 111 melemah, 72 ditutup stagnan, serta 213 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 573,61 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 802,90 triliun.

Bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Hang Seng Index terangkat 148,11 atau 0,75 persen menjadi 19.872,30, Nikkei 225 naik 37,53 poin (0,36 persen) ke level 10.530,06, dan Straits Times melemah 1,28 atau 0,05 persen di posisi 2.591,62.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham unggulan yang melemah besar di antaranya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang turun Rp 500 (4,97 persen) di posisi Rp 9.500, PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah Rp 300 atau 2,22 persen menjadi Rp 13.200, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang terkoreksi Rp 300 (1,39 persen) ke level Rp 21.000.

Rupiah Masih Melemah
Asti juga mengakui, mata uang rupiah yang dipertukarkan melemah terhadap dolar AS turut memicu pergerakan bursa ke arah pelemahan.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bersandar ke level 10.105 per dolar AS dari transaksi pagi tadi yang berada di posisi 10.125/US$.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.120 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2009, mata uang lokal tersebut berakhir ke level 10.060/US$.


antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ