VIVAnews - Sentimen kenaikan indeks Dow Jones, antisipasi pengumuman inflasi, dan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) pekan depan, masih memicu optimisme pelaku pasar.
Kondisi itu mendorong aksi beli pada sejumlah saham unggulan, sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir transaksi Jumat 28 Agustus 2009 ditutup menguat.
IHSG terangkat 21,18 poin (0,89 persen) ke level 2.377,24. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 2.378,11.
Volume saham berpindah tangan tercatat mencapai 9,38 juta lot saham senilai Rp 3,06 triliun dengan frekuensi 76.215 kali. Sebanyak 100 saham menguat, 80 melemah, dan 81 saham lainnya stagnan.
Saham-saham yang mengontribusi kenaikan indeks di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) menguat Rp 300 (1,01 persen) ke posisi Rp 30.000, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terangkat Rp 250 (3,28 persen) menjadi Rp 7.850, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp 175 (5,34 persen) ke level Rp 3.450.
Pemodal asing membukukan nilai transaksi beli sebesar Rp 585,59 miliar dengan penjualan mencapai Rp 672,3 miliar.
Analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi mengatakan, beberapa bursa acuan dunia kembali mencatat kenaikan selama transaksi hari ini.
Indeks Dow Jones juga ditutup menguat 0,30 persen menjadi 9580,63 pada transaksi Kamis 27 Agustus 2009 waktu New York.
Penguatan indeks Dow sebagai akibat membaiknya beberapa data perekonomian, termasuk rebound harga minyak mentah.
"Kondisi itu sekaligus sinyal bagi potensi perbaikan ekonomi Amerika Serikat," ujar dia dalam risetnya di Jakarta, hari ini.
Penguatan indeks Dow Jones tersebut merembet ke sebagian bursa saham regional dan juga domestik. Akibatnya, IHSG juga ikut terangkat sekitar 21 poin.
Di bursa Asia, indeks Hang Seng terkoreksi 144,13 poin (0,71 persen) ke posisi 20.098,62, Nikkei 225 menguat ke level 10.534,14 atau naik 60,17 poin (0,57 persen), dan Straits Times melemah 4,58 poin (0,17 persen) menjadi 2.637,65.
arinto.wibowo@vivanews.com