VIVAnews - Akibat iklan promo film dokumenter “Enigmatic Malaysia” yang dibuat oleh Discovery Channel dengan sisipan Tari Pendet berdurasi 30 detik di dalamnya, warga Indonesia dan Malaysia kembali saling menghina. Perang kata-kata terjadi baik lewat blog ataupun forum diskusi di Internet. Permintaan maaf sudah dilayangkan oleh rumah produksi yang membuat iklan tersebut, tetapi hanya sebatas lewat email.
Di Kaskus, salah satu forum diskusi terbesar di Indonesia, puluhan thread telah diposting oleh member sebagai bentuk protes penyertaan Tari Pendet dalam iklan promo Discovery Channel tersebut. Ratusan komentar yang bernada miring terus di-posting anggota. Intinya mereka tidak rela kebudayaan nasional dimanfaatkan oleh pihak Malaysia seolah-olah kebudayaan tersebut milik negeri tetangga. Di Topix, yang juga merupakan salah satu forum diskusi online populer di Malaysia diskusi berlangsung sengit. Tidak jauh berbeda dengan diskusi yang terjadi di Kaskus, pada 24 thread seputar Tari Pendet yang ditemukan, member saling melempar cacian dan hujatan.
Melihat hubungan antar kedua warganegara yang saat ini masih tegang, khususnya di dunia maya, Depkominfo tidak tinggal diam. “Edukasi akan terus kami lakukan, tak hanya di ranah maya, tetapi kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak mudah terprovokasi tanpa tahu duduk masalahnya apa,” kata Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo pada VIVAnews, 27 Agustus 2009.
“Kami tidak mau membatasi ruang gerak masyarakat di forum-forum online dengan membuat aturan. Lagipula, kata ‘membatasi’ itu sensitif dewasa ini. Kita cukup mengingatkan saja, ini ada UU ITE sebagai payung hukum. Disebutkan di dalamnya ranah-ranah yang dilarang apa saja. Selama mengganggu kepentingan umum, berarti perlu diberi sanksi,” kata Gatot. “Kalau mendikte orang, apalagi pemilik atau member forum, itu tidak mungkin. Kami yakin mereka sudah cukup dewasa. Tetapi, tetap perlu waspada terhadap oknum-oknum yang provokatif,” ucapnya.
“Saya sendiri tak menampik bahwa siapapun warga negara yang nasionalisme dan jiwa patriotiknya tinggi, mengetahui bahwa negara ini tengah diusik, pasti akan bereaksi. Ini cara mereka menunjukkan cintanya kepada bangsa Indonesia. Tetapi, orang yang dewasa pasti mengerti bagaimana cara menunjukkannya, tanpa harus menghujat dan memprovokasi di mana-mana,” ucap Gatot.
• VIVAnews