VIVAnews - Stimulus revitalisasi pasar tradisional yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2009 baru terserap 6,9 persen hingga 19 Agustus 2009.
Padahal, tenggat waktu selesainya realisasi stimulus pasar hingga Oktober 2009, meski pagu anggaran dana stimulus baru terbit 4 Mei 2009.
Alokasi dana stimulus fiskal itu mencapai Rp 213 miliar untuk pembangunan 37 pasar tradisional di 23 kabupaten/kota.
"Rendahnya penyerapan anggaran karena baru tujuh daerah yang sudah melakukan pencairan sebagian dana pembangunan fisik pasar," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat Rapat Kerja dengan Komisi Perdagangan dan Perindustrian Dewan Perwakilan Rakyat, di Jakarta, Selasa malam, 25 Agustus 2009.
Ketujuh daerah tersebut di antaranya, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, Kota Pontianak, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Gowa Sulsel, dan Kabupaten Buru Maluku.
Mari optimis penyerapan dana akan signifikan ketika pembangunan fisik telah rampung 100 persen pada akhir tahun 2009.
"Prinsipnya, realisasi tidak mengalami kendala, kecuali masalah teknis yakni mekanisme lelang yang harus memenuhi persyaratan Keppres No. 80 tahun 2003," katanya.
Stimulus Gudang
Penyerapan stimulus fiskal juga terjadi pada program stimulus fiskal pembangunan gudang senilai Rp 120 miliar. Dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan 41 gudang (35 unit gudang flat dan 6 unit silo) di 34 daerah kabupaten/kota.
Per tanggal 15 Agustus 2009, penyerapan anggaran baru 3,17 persen atau senilai Rp 3,8 miliar. "Penyerapan masih rendah karena belum terealisasinya belanja modal yang dalam DIPA stimulus mencapai 98 persen," ujar Mari.
Selain itu, pelaksanaan tender melalui Keppres Nomor 80/2003 disinyalir membuat realisasi tertunda. "Prosesnya mulai dari perencanaan sampai penentuan pemenang butuh waktu 90 hari," kata dia.
Mari menjelaskan, hingga bulan ini sudah hampir semua kabupaten/kota penerima stimulus telah melaksanakan tender, dan diharapkan pada akhir Agustus 2009 telah ditetapkan pemenang tender.
"Penyerapan 100 persen diperkirakan bisa dicapai pada November 2009," ujarnya. hadi.suprapto@vivanews.com