VIVAnews - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan sisa produksi gula dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dalam dua bulan mendatang diperkirakan hanya 200 ribu ton.
"Mungkin jumlah gula PTPN tinggal 200 ribu ton dari tiga juta ton. Sebagian besar gula sudah di pasar," ujar Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2009.
Menurut Sofyan, persoalan kenaikan harga gula saat ini disebabkan produksi gula sebagian besar sudah di tangan pihak ketiga. "Tebu yang telah digiling sudah dilelang dan ada di tangan pihak ketiga," katanya.
Dia menambahkan, selama ini kebutuhan gula nasional diakui tidak bisa dipenuhi pemenuhannya melalui produksi dalam negeri. Selain itu, harga gula seringkali jatuh di masa musim giling, ditambah lagi harga yang sering bergejolak mengikuti harga internasional walaupun terjadi pada musim giling.
Kendati demikian, Sofyan mengaku siap mendukung kebijakan pemerintah dalam mengendalikan harga gula domestik, termasuk melalui operasi pasar. "Itu kebijakan yang sekarang sedang diurus Menko perekonomian. Tentu, kita akan dukung. Nanti, kita lihat secara teknisnya bagaimana," ujarnya.
antique.putra@vivanews.com