BP Migas Pesimis terhadap Lifting Minyak 2010

RAPBN 2010, menargetkan angka lifting minyak sebesar 965 ribu barel per hari.

Kamis, 20 Agustus 2009, 17:36 WIB
Hadi Suprapto, Ferial
Senja di lapangan minyak Sakhir, Bahrain, yang diambil pada 7 Februari 2009 (AP Photo/Hasan Jamali)

VIVAnews - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas ragu target produksi dan lifting minyak mentah pada 2010 sebesar 965.000 barel per hari dapat tercapai.

Kepala BP Migas R Piyono mengatakan, banyaknya lapangan minyak dan gas yang mengalami penurunan produksi membuat target ini susah dikejar. Ini karena lapangan yang sebagian besar memasuki masa tua yang sudah tidak produktif. 

"Agak berat nambah 5.000 barel dari target tahun ini 960.000 barel per hari," kata Priyono di Gedung Departemen Energi, Jakarta, Kamis 20 Agustus 2009. 

Priyono menjelaskan, setiap lapangan minyak dan gas di Indonesia tiap tahunnya bisa mengalami penurunan produksi hingga 15 persen. 

Sedangkan produksi dari Chevron Pacific Indonesia yang memberikan kontribusi terbesar dalam produksi minyak nasional, tahun depan produksinya diperkirakan turun 4 - 7 persen.

Menteri Energi Purnomo Yusgiantoro mengatakan, produksi minyak mentah dan kondensat hingga 17 Agustus 2009 tercatat 949.451 barel per hari, atau baru 98,9 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2009, sebesar 960.000 barel per hari.

"Belum tercapainya target karena tertundanya pembangunan fasilitas produksi, gangguan teknis peralatan, dan terhambat pengadaan fasilitas produksi terapung," kata Purnomo.

Namun, Departemen energi tetap optimistis produksi tahun ini mencapai target. Ini menyusul adanya tambahan produksi dari Lapangan Banyuurip, Tangguh, Sukowati, dan Kodeco KE-38.

"Berdasarkan perhitungan lifting atau produksi minyak dan gas yang terjual, pada semester pertama sudah melampaui terget APBN. Minyak sudah mencapai 65,15 persen, sedang gas 55,8 persen dari target APBN," tuturnya. 

Purnomo juga mengatakan, meski produksi minyak dan gas Chevron mengalami penurunan pada semester kedua, namun produksi minyak dan gas nasional akan tinggi. 

"Produksi minyak dan gas akan disumbang Pertamina dari Lapangan Sukowati yang dioperasikan bersama Petrochina," katanya. hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ