VIVAnews - Sinar Mas Group masih menargetkan pertumbuhan pendapatan yang dikontribusi bisnis kertas dan bubur kertas (pulp) 10-15 persen hingga akhir tahun ini.
Pertumbuhan tersebut akan dikontribusi oleh PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP).
Sekretaris Perusahaan Sinar Mas Group Yan Partawijaya mengatakan, harga kertas dalam beberapa waktu terakhir mulai membaik. Kondisi global seperti pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan China diharapkan kembali mendongkrak penjualan.
"Diharapkan September akan membaik," kata Yan usai seminar Economic Review bertajuk 'Evaluasi dan Prospek Pasca Krisis serta Pemilu 2009 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu 19 Agustus 2009.
Menurut Yan, harga kertas sudah mulai membaik, sehingga dia optimistis, pendapatan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia akan tumbuh 10-15 persen hingga akhir tahun ini.
"Untuk bubur kertas sudah ada peningkatan, tapi tidak sepesat kertas. Pertumbuhan Indah Kiat tidak sebesar Tjiwi Kimia," ujar Yan.
Sementara itu, melihat kondisi saat ini yang masih dalam proses pemulihan dari krisis, perseroan belum merencanakan pembiayaan kembali (refinancing).
Perseroan masih melanjutkan pembayaran cicilan yang telah disepakati dengan kreditor.
"Kami tidak melakukan ekspansi besar-besaran, tapi efisiensi besar-besaran, dengan harapan bisa bersaing dengan produsen kertas tingkat global lainnya," ujar Yan.
Dia menjelaskan, perseroan menargetkan produksi yang setara tahun lalu untuk pulp and paper. Meski demikian, perseroan masih menggunakan bahan baku dengan harga lama.
Meski demikian, manajemen optimistis, seiring perbaikan kondisi global, terutama di AS, China, dan Jepang, pangsa pasar kertas dan bubur kertas akan meningkat.
"China dan Jepang meminta tambahan (ekspor). Kami juga bisa mengisi pasar mereka," katanya.
arinto.wibowo@vivanews.com