Bisnis
Program Ekonomi Pro-Rakyat

SBY: Gerobak Bakso Boleh Jadi Jaminan Kredit

Kredit Usaha Rakyat (KUR) menyediakan akses kredit tanpa agunan tambahan.

Rabu, 19 Agustus 2009, 12:09 WIB
Heri Susanto, Nur Farida Ahniar
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono mengklaim telah menjalankan berbagai program pro-rakyat yang dirancang untuk berbagai tingkatan kemampuan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh SBY dalam pidato kenegaraan di sidang paripurna DPD di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2009.

Dia menyebutkan program pro-rakyat itu bermacam-macam. Ada yang diibaratkan  seperti "ikan" seperti BLT, Jamkesmas, BOS, PKH, beras bersubsidi, dan sebagainya, yang diperuntukkan bagi keluarga miskin dan hampir miskin di seluruh wilayah nusantara.

Ada yang berupa "kail" seperti PNPM Mandiri yang memberdayakan masyarakat melalui pemberian dana sebesar maksimal Rp 3 miliar per kecamatan per tahun, yang penggunaannya ditentukan oleh masyarakatnya sendiri di tingkat desa.

"Saya telah melihat sendiri kemanfaatan PNPM Mandiri untuk membangun jalan dan irigasi desa, fasilitas air bersih, budidaya lele secara bersama, pengembangan kripik pisang oleh kelompok ibu-ibu di desa, dan sebagainya," kata SBY.

Ada pula program pro-rakyat yang diibaratkan "perahu", seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menyediakan akses kredit tanpa agunan tambahan bagi masyarakat yang ingin berusaha.

"Dengan begitu, jika seorang pedagang bakso ingin memperoleh modal usaha, maka gerobak baksonya itulah yang menjadi agunan," ujarnya.

Sampai Mei 2009, menurut Presiden, sektor perbankan telah mengucurkan KUR sejumlah Rp14,5 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 2 juta debitur. Ke depan, pemerintah akan terus mengembangkan KUR ini dengan jumlah dan jangkauan yang terus meningkat, serta dengan format yang lebih baik.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial