VIVAnews - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung mengaku tidak berminat duduk di jajaran pemerintahan baru SBY-Boediono. Dia mengaku sudah merasa cukup jadi orang pemerintahan.
"Masih banyak tokoh-tokoh lain yang masih muda dan lebih kuat," kata Akbar usai upacara Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta, Senin 17 Agustus 2009.
Akbar sendiri mengaku tidak pernah mendengar namanya akan masuk dalam jajaran pemerintahan lima tahun mendatang. Untuk kader Golkar yang lain, kemungkinan masuk kabinet bisa saja mengingat Golkar masih merupakan partai yang besar tahun ini dan memiliki pengalaman yang cukup di bidang politik.
"Kalau tokoh Golkar diajak membaktikan diri dan masuk dalam pemerintahan, itu sah-sah saja. Tapi kalau saya, saya sudah merasa cukup dalam pemerintahan," kata dia.
Di era pemerintahan Soeharto, Akbar pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (1988-1993), Menteri Negara Perumahan Rakyat (1993-1998), Menteri Negara Perumahan dan Pemukiman (1998). Sementara saat pemerintahan Habibie, dia menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (1998-1999).