Singapura Niat Keluar dari Layanan Satu Atap

Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan contoh modelnya. Belakangan Singapura malah mundur.

Sabtu, 15 Agustus 2009, 08:52 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Tumpukan kontainer ekspor di Tanjung Priok (Fanny Octavianus)

VIVAnews - Singapura berniat mundur dari kerangka kerja sama pelayanan ekspor impor satu atap, ASEAN Single Window (ASW). 

"Gejalanya, mereka akan mundur," kata Ketua Pelaksana Teknis Tim National Single Window (NSW) Susiwidjono usai rapat koordinasi pelaksanaan NSW di lingkungan kantor Departemen Perdagangan Jakarta, Jumat kemarin, 14 Agustus 2009.

Mundurnya Singapura ditengarai karena kepentingan negara tersebut yang berkeberatan negara lain di ASEAN, dalam hal ini kompetitornya, menjadi maju sepertinya. "Itu sudah sifat alami kepentingan masing-masing negara. Mana mau kompetitornya ikut maju," ujarnya.

Padahal semula, ASW sudah harus diimplementasikan pada akhir 2008 lalu, bahkan pada pertengahan 2008, pemerintah Indonesia sudah menyiapkan contoh model (prototipe) sistem. "Tinggal jalan saja sebenarnya, tapi karena konsepnya kalau satu negara tidak setuju maka tidak jadi jalan," ujarnya.

Hingga akhirnya, disepakati ASW diundur hingga akhir 2009. "Ternyata, malah ada yang berniat mundur, bagaimana bisa menjalankan ASW sesuai target," kata dia.

Karenanya, pihaknya mengusulkan, implementasi ASW harus tetap jalan meski ada yang merintangi. "Upaya dari Indonesia, kalau ada yang menghalangi maka akan ditinggal," ujar Susiwidjono. 

Dalam pertemuan kesepuluh tim pelaksana ASW masing-masing negara pada 17-21 Agustus 2009 di Thailand, pihaknya akan menyampaikan usulan tersebut. hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ