VIVAnews - Indonesia mencatat rekor peningkatan perdagangan tertinggi di antara negara ASEAN. Ditinjau dari nilai nominal, peningkatan total perdagangan Indonesia mencapai 41,2 persen dan disusul Vietnam (28,5 persen), Brunei (21,6 persen), dan Thailand (20,1 persen).
Dalam pertemuan AFTA Council, kemarin, 14 Agustus 2009, dilaporkan total perdagangan ASEAN pada tahun 2008 mencapai US$ 1,71 triliun atau meningkat 6,2 persen dari tahun 2007 yang sebesar US$ 1,61 triliun.
Meski demikian, Indonesia juga mencatat pertumbuhan impor tertinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Berdasarkan laporan Ketua Pejabat Ekonomi Senior ASEAN dalam keterangan pers Departemen Perdagangan, impor Indonesia pada 2008 naik 73,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjelaskan, tingginya kenaikan impor disumbang oleh impor peralatan proyek pembangkit listrik yang cukup besar importansinya. "Jadi kenaikan ini bukan didorong oleh konsumsi nonproduktif," katanya.
Setelah Indonesia, kenaikan impor yang tinggi juga dialami Brunei Darussalam (48,1 persen), Vietnam (29 persen), dan Thailand (26,9 persen).
Sementara itu, dari sisi ekspor, Indonesia tercatat sebagai negara kedua yang mencatat kenaikan total ekspor tertinggi setelah Vietnam. "Indonesia naik 20,1 persen sedangkan Vietnam sebesar 27,9 persen," kata Mari.
Sedangkan total ekspor negara-negara ASEAN mengalami peningkatan 2,3 persen, yakni dari US$ 859,8 miliar pada tahun 2007 menjadi US$ 879,3 miliar pada tahun 2008. Sedangkan total impor ASEAN mengalami peningkatan jauh lebih kuat yakni sebesar 10,7 persen dari US$ 751 miliar menjadi US$ 831,2 persen miliar.
Hal lain yang menarik yakni perdagangan intra-ASEAN tumbuh 14 persen pada tahun 2008, dan ini jauh melampaui pertumbuhan total perdagangan ASEAN pada tahun 2008 yang tercatat sebesar 6,2 persen. Perdagangan intra-ASEAN pada tahun lalu mengalami peningkatan dari US$ 401,9 miliar menjadi US$ 458,1 miliar, dan seluruh negara ASEAN, kecuali Brunei dan Filipina, mencatat kenaikan ekspor ke negara ASEAN lainnya, sementara impor diantara sesama negara ASEAN juga mengalami kenaikan kecuali Malaysia.
"Ini menunjukkan pasar ASEAN semakin banyak menyerap produk sesama negara ASEAN, dan ini dapat menjadi salah satu indikasi terbentuknya basis-basis produksi regional di ASEAN untuk mensuplai pasar dunia," kata Mari. hadi.suprapto@vivanews.com