Bisnis

2010, DPR Yakin Ekonomi Tumbuh di Atas 5%

DPR meminta pemerintah agar bisa lebih bekerja keras pada 2010.

Sabtu, 15 Agustus 2009, 07:55 WIB
Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan
Sidang Paripurna DPR (Vivanews.com/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Mayoritas fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) optimistis kalau pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih tinggi dibanding perkiraan pemerintah yang hanya sebesar 5 persen. Untuk itu DPR meminta pemerintah agar bisa lebih bekerja keras pada 2010 agar tingkat pertumbuhan ekonomi ini bisa lebih terdongkrak lagi.
 
Fraksi Partai Amanat Nasional misalnya menganggap pemerintah terlalu berhati-hati dalam menentukan target pertumbuhan ekonomi. PAN yakin pada 2010, pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik dari 5 persen, menyusul mulai membaiknya aktivitas ekonomi global.
 
Sedangkan menurut Fraksi Partai Persatuan Pembangunan pemerintah harus bekerja keras, karena target pertumbuhan ekonomi dianggap paralel dengan angka perkiraan inflasi.

"Artinya kalau pertumbuhan ekonomi tumbuh 5 persen dan inflasi juga 5 persen, maka kondisi masyarakat artinya tidak berubah, belum ada perbaikan," kata juru bicara fraksi PPP Zainud Tauhid Sa'adi dalam penyampaian pandangan PPP di rapat paripurna DPR RI, Jumat 14 Agustus 2009.
 
Menurut PPP kalau APBN 2010 dirancang dengan asumsi seperti yang disampaikan Presiden pada 3 Agustus 2009, maka tingkat pertumbuhan yang ada dianggap semu. Baik itu dilihat dari aktivitas masyarakat atau daya belinya, maka sebenarnya tidak ada peningkatan signifikan.

"Artinya kondisi masyarakat sama, karena kenaikan pertumbuhan ekonomi dari 4,3 persen pada 2009 menjadi 5 persen pada 2010, habis digrogoti oleh inflasi," kata Zainud.
 
Dengan alasan itu maka PPP mengusulkan, agar pertumbuhan ekonomi 2010, bisa dinaikkan menjadi 5,5 persen. Sementara Fraksi Golkar mengusulkan pertumbuhan ekonomi bisa diusahakan pada kisaran 6 persen.

Fraksi-fraksi lain dengan alasan yang hampir sama meminta pemerintah agar bisa lebih bekerja keras lagi. Namun angka target pertumbuhan ini tidak disebut secara nominal.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
webtorial